kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.723   15,00   0,08%
  • IDX 6.481   -45,04   -0,69%
  • KOMPAS100 844   -4,93   -0,58%
  • LQ45 639   -5,95   -0,92%
  • ISSI 228   -0,48   -0,21%
  • IDX30 357   -3,29   -0,91%
  • IDXHIDIV20 433   -3,49   -0,80%
  • IDX80 96   -0,69   -0,71%
  • IDXV30 120   -0,56   -0,46%
  • IDXQ30 113   -1,04   -0,92%

Airbus bangun pabrik pertama di Amerika Serikat


Selasa, 03 Juli 2012 / 09:21 WIB
ILUSTRASI. Karyawan menata produk-produk dari PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) . (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Asnil Bambani Amri, | Editor: Asnil Amri

NEW YORK. Airbus, produsen pesawat terbang asal Eropa, memutuskan untuk membangun pabrik di Alabama, Amerika Serikat untuk memproduksi Airbus seri A320. Untuk membangun pabrik itu, Airbus akan berinvestasi senilai US$ 600 juta.

Rencana untuk membangun pabrik di negara Uwak Sam itu dilakukan untuk memperkuat daya saing mereka dengan Boeing, produsen pesawat asal AS. Airbus bertekad untuk mematahkan dominasi Boeing di pasar pesawat di AS.

Dengan menghadarikan pabrik baru itu, Airbus setidaknya akan membutuhkan 1.000 tenaga kerja. Jika tak ada aral melintang, Airbus memprediksi bisa mengoperasikan pabrik mulai tahun 2015 mendatang. Pabrik diharapkan bisa membangun 50 unit pesawat A320 tahun 2018. "Itu waktu yang tepat bagi Airbus berkembang di AS," kata Fabrice Bregier, President dan CEO Airbus.

Keinginan Airbus bangun pabrik di pasar AS cukup beralasan. Bregier bilang, AS merupakan pasar pesawat terbesar di dunia yang akan membutuhkan sekitar 4.600 pesawat sampai 20 tahun ke depan. “Dengan pabrik di AS, maka kami akan lebih dekat dengan konsumen,” terang Bregier.

Selain memproduksi pesawat seri A320, pabrik di AS itu ditargetkan bisa membangun pesawat penumpang seri lainnya termasuk A319 dan A321.

Perlu diketahui, pabrik Airbus di Alabama tersebut adalah pabrik kedua Airbus di luar Eropa untuk A320. Saat ini, Airbus memproduksi 37 pesawat per bulan dari pabriknya yang ada di Prancis dan Jerman serta China. Pada akhir tahun ini, pihaknya menargetkan bisa memproduksi sampai 38 armada.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×