kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.519   19,00   0,11%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Airbus bangun pabrik pertama di Amerika Serikat


Selasa, 03 Juli 2012 / 09:21 WIB
ILUSTRASI. Karyawan menata produk-produk dari PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) . (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Asnil Bambani Amri, BBC | Editor: Asnil Amri

NEW YORK. Airbus, produsen pesawat terbang asal Eropa, memutuskan untuk membangun pabrik di Alabama, Amerika Serikat untuk memproduksi Airbus seri A320. Untuk membangun pabrik itu, Airbus akan berinvestasi senilai US$ 600 juta.

Rencana untuk membangun pabrik di negara Uwak Sam itu dilakukan untuk memperkuat daya saing mereka dengan Boeing, produsen pesawat asal AS. Airbus bertekad untuk mematahkan dominasi Boeing di pasar pesawat di AS.

Dengan menghadarikan pabrik baru itu, Airbus setidaknya akan membutuhkan 1.000 tenaga kerja. Jika tak ada aral melintang, Airbus memprediksi bisa mengoperasikan pabrik mulai tahun 2015 mendatang. Pabrik diharapkan bisa membangun 50 unit pesawat A320 tahun 2018. "Itu waktu yang tepat bagi Airbus berkembang di AS," kata Fabrice Bregier, President dan CEO Airbus.

Keinginan Airbus bangun pabrik di pasar AS cukup beralasan. Bregier bilang, AS merupakan pasar pesawat terbesar di dunia yang akan membutuhkan sekitar 4.600 pesawat sampai 20 tahun ke depan. “Dengan pabrik di AS, maka kami akan lebih dekat dengan konsumen,” terang Bregier.

Selain memproduksi pesawat seri A320, pabrik di AS itu ditargetkan bisa membangun pesawat penumpang seri lainnya termasuk A319 dan A321.

Perlu diketahui, pabrik Airbus di Alabama tersebut adalah pabrik kedua Airbus di luar Eropa untuk A320. Saat ini, Airbus memproduksi 37 pesawat per bulan dari pabriknya yang ada di Prancis dan Jerman serta China. Pada akhir tahun ini, pihaknya menargetkan bisa memproduksi sampai 38 armada.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×