Sumber: Reuters | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Airbus telah menandatangani perjanjian awal dengan Kawasaki Heavy Industries Jepang untuk bekerja sama dalam kemungkinan pengembangan varian Jepang dari drone pertahanan Eropa, kata perusahaan kedirgantaraan itu pada hari Jumat (26/6).
Pengaturan yang diusulkan dalam nota kesepahaman, yang pertama kali dilaporkan oleh harian bisnis Nikkei, akan memungkinkan Jepang untuk mengembangkan versi anti-kapal selam maritim dari program Eurodrone senilai €7 miliar (US$8 miliar) yang tertunda, yang melibatkan Prancis, Jerman, Italia, dan Spanyol.
Baca Juga: Volkswagen Siapkan PHK hingga 100.000 Karyawan, 4 Pabrik di Jerman Terancam Tutup
Ini akan menjadi kali pertama perusahaan industri berat Jepang bermitra dengan perusahaan asing dalam pengembangan drone pertahanan, kata Nikkei. Jepang telah memegang status pengamat dalam program Eurodrone sejak 2023.
Airbus mengatakan akan berkolaborasi dengan Kawasaki dalam desain, pengembangan, dan komersialisasi versi yang disesuaikan dengan kebutuhan Jepang, termasuk integrasi sensor dan sistem senjata Jepang.
Eurodrone U950, pesaing Eropa untuk Reaper AS, adalah sistem tanpa awak yang mampu terbang hingga 40 jam. Penerbangan pertamanya dijadwalkan pada tahun 2029.
Baca Juga: Samsung Janji Gelontorkan 1.000 Triliun Won untuk Dorong Bisnis Semikonduktor














