Airbus Incar Kesepakatan dengan Saudi untuk 40 Jet A350 Senilai US$12 Miliar

Senin, 24 Oktober 2022 | 13:37 WIB   Reporter: Diki Mardiansyah
Airbus Incar Kesepakatan dengan Saudi untuk 40 Jet A350 Senilai US$12 Miliar

ILUSTRASI. Arab Saudi dikabarkan sedang dalam tahap negosiasi lanjutan untuk pemesanan (impor) hampir 40 unit jet A350 milik Airbus. REUTERS/Regis Duvignau/File Photo


KONTAN.CO.ID - DUBAI. Arab Saudi dikabarkan sedang dalam tahap negosiasi lanjutan untuk pemesanan (impor) hampir 40 unit jet A350 milik Airbus Eropa (AIR.PA) sebagai bagian dari upaya strategis untuk meluncurkan maskapai baru.

Dikutip dari Reuters (23/10), Dana Investasi Publik atau Public Investment Fund (PIF) akan membeli senilai US$ 12 miliar dan akan diumumkan awal pekan ini saat Riyadh menjadi tuan rumah dalam forum Inisiatif Investasi Masa Depan atau Future Investment Initiative (FII).

Selain jet A350, Boeing (BA.N) juga dikabarkan akan masuk dalam daftar belanja PIF untuk maskapai baru yang akan diberi nama RIA kendati negosiasi masih belum berakhir.

Baca Juga: PT Dirgantara Indonesia-Airbus Teken MoU Peningkatan Bisnis Aerostruktur

PIF telah bernegosiasi untuk membeli sekitar 75 jet dan sumber kerjaan mengatakan akan condong ke Boeing 787. Laporan dari Reuters mengatakan bahwa maskapai akan membutuhkan jet yang berbadan sempit.

Sebagai informasi, FII menjadi sebuah karya untuk rencana Visi 2030 Putra Mahkota Mohammed bin Salman untuk berhenti mengandalkan perekonomian dari hasil minyak dengan menciptakan industri baru yang juga membuka lapangan kerja bagi jutaan orang di Saudi serta menarik investor asing.

Adapun Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah bersikap dalam hubungan AS dengan Saudi atas keputusan Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)+ untuk memotong target produksi minyak, yang dipertahankan di Riyadh sebagai stabilitas pasar.

Baca Juga: Pengiriman Boeing Capai Level Tertinggi Sejak Maret 2019

Selain itu, Reuters melaporkan pada Agustus bahwa Arab Saudi sedang membicarakan ihwal pesanan signifikan terhadap jet yang berbadan lebar. Bloomberg News melaporkan pada Minggu (23/10) bahwa kesepakatan bisa melibatkan hingga 80 pesawat.

Nantinya, maskapai baru akan berbasis di Ibu Kota Riyadh, sementara maskapai penerbangan negara Saudia akan berbasis di kota Laut Merah Jeddah di bawah strategi yang memerintahkan pembentukan dua hub untuk menyaingi maskapai dari Uni Emirat Arab (UEA) dan Qatar.

Editor: Handoyo .

Terbaru