kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.880.000   40.000   1,41%
  • USD/IDR 17.153   -21,00   -0,12%
  • IDX 7.528   -66,30   -0,87%
  • KOMPAS100 1.038   -11,74   -1,12%
  • LQ45 743   -13,15   -1,74%
  • ISSI 273   -1,85   -0,67%
  • IDX30 399   -2,13   -0,53%
  • IDXHIDIV20 485   -4,09   -0,84%
  • IDX80 116   -1,68   -1,43%
  • IDXV30 138   -0,06   -0,04%
  • IDXQ30 128   -1,27   -0,99%

Aksi keras diplomat China dinilai bakal jadi bumerang saat wabah corona berakhir


Senin, 27 April 2020 / 14:00 WIB
ILUSTRASI. Seorang petugas berjalan melewati sebuah sketsa Presiden China Xi Jinping memakai masker pelindung di tembok bangsal Rumah Sakit Leishenshan, sebuah rumah sakit sementara untuk penanganan pasien dengan penyakit virus korona (COVID-19), di Wuhan, provinsi


Sumber: South China Morning Post | Editor: Tendi Mahadi

Pada saat yang sama, misi diplomatik Beijing di Australia dan Kanada menuduh politisi lokal dan media mengikuti propaganda AS, setelah mereka juga menyerukan reparasi besar-besaran dan penyelidikan independen soal pandemi ini.

"Propaganda dan diplomasi Cina yang agresif akan memusuhi negara-negara lain yang akan meninjau kebijakan China mereka setelah krisis Covid-19 berakhir, dan beberapa akan mundur dari proses globalisasi yang telah banyak menguntungkan Cina," kata Steve Tsang, direktur SOAS China Institute di London.

Baca Juga: Walau Vietnam berhasil tangani corona, nasib F1 GP di sana belum jelas

"Ini tentu saja akan merugikan kepentingan Tiongkok dan warga Tiongkok, karena mereka telah menjadi penerima manfaat terbesar globalisasi," ungkapnya.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×