kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Aksi keras diplomat China dinilai bakal jadi bumerang saat wabah corona berakhir


Senin, 27 April 2020 / 14:00 WIB
ILUSTRASI. Seorang petugas berjalan melewati sebuah sketsa Presiden China Xi Jinping memakai masker pelindung di tembok bangsal Rumah Sakit Leishenshan, sebuah rumah sakit sementara untuk penanganan pasien dengan penyakit virus korona (COVID-19), di Wuhan, provinsi


Sumber: South China Morning Post | Editor: Tendi Mahadi

Pada saat yang sama, misi diplomatik Beijing di Australia dan Kanada menuduh politisi lokal dan media mengikuti propaganda AS, setelah mereka juga menyerukan reparasi besar-besaran dan penyelidikan independen soal pandemi ini.

"Propaganda dan diplomasi Cina yang agresif akan memusuhi negara-negara lain yang akan meninjau kebijakan China mereka setelah krisis Covid-19 berakhir, dan beberapa akan mundur dari proses globalisasi yang telah banyak menguntungkan Cina," kata Steve Tsang, direktur SOAS China Institute di London.

Baca Juga: Walau Vietnam berhasil tangani corona, nasib F1 GP di sana belum jelas

"Ini tentu saja akan merugikan kepentingan Tiongkok dan warga Tiongkok, karena mereka telah menjadi penerima manfaat terbesar globalisasi," ungkapnya.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×