kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Aktivitas Pabrik Asia Melemah di Tengah Ancaman Tarif Donald Trump


Senin, 03 Februari 2025 / 23:41 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump memandang ketika ia mengeluarkan perintah eksekutif dan pengampunan untuk 6 Januari terdakwa, yang namanya terlihat pada dokumen yang ia pegang, di kantor oval di Gedung Putih pada Hari Peresmian di Washington, AS, 20 Januari 2025. Reuters/Carlos Barria


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Kebijakan tarif yang dikeluarkan Presiden AS, Donald Trump, mulai melemahkan aktivitas pabrik di Asia pada bulan Januari 2025.

Menurut hasil survei Caixin yang rilis hari Senin (3/2), aktivitas pabrik China tumbuh lebih lambat pada bulan Januari.

Di saat yang sama, tingkat kepegawaian turun paling cepat dalam hampir lima tahun terakhir seiring meningkatnya ketidakpastian perdagangan.

Sejalan dengan itu, aktivitas pabrik Jepang juga turun pada bulan Januari pada laju tercepat dalam 10 bulan dengan keyakinan bisnis mencapai titik terendah dalam lebih dari dua tahun.

Aktivitas manufaktur Taiwan dan Filipina juga melambat karena prospek perdagangan global yang suram, sementara aktivitas manufaktur Korea Selatan sedikit meningkat pada bulan Januari.

Baca Juga: Harga Bitcoin Anjlok Mendekati US$90.000 Setelah Kebijakan Tarif Trump Diumumkan

Perusahaan Asia Lebih Berhati-Hati

Toru Nishihama, kepala ekonom pasar berkembang di Dai-ichi Life Research Institute, menduga bahwa ancaman tarif Trump membuat perusahaan Asia lebih berhati-hati. 

Tidak hanya itu, perusahaan juga disebut memprediksi bahwa konsumsi tidak mungkin meningkat banyak.

"Ada kehati-hatian di antara perusahaan-perusahaan Asia atas ancaman tarif Trump. Produsen juga tidak yakin dengan prospek di China, di mana konsumsi tidak mungkin meningkat banyak karena meningkatnya kehilangan pekerjaan di kalangan generasi muda," kata Nishihama, dikutip Reuters.

Yang menarik, kebijakan tarif Trump juga dinilai akan dapat mempercepat inflasi AS dan membuat dolar tetap kuat.

Situasi itu akan menekan mata uang negara berkembang di Asia, yang tidak akan membawa banyak manfaat bagi produsen Asia.

Tonton: China Kecam Tarif Impor Trump, Ancam Lapor WTO




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×