kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45863,16   -14,36   -1.64%
  • EMAS920.000 -0,86%
  • RD.SAHAM -0.50%
  • RD.CAMPURAN -0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Aktivitas pabrik China tumbuh melambat di bulan Februari 2021


Senin, 01 Maret 2021 / 15:54 WIB
Aktivitas pabrik China tumbuh melambat di bulan Februari 2021
ILUSTRASI. Tingkat manufaktur China

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aktivitas pabrik di China tumbuh dalam laju paling lambat dalam sembilan bulan terakhir pada Februari 2021 karena permintaan luar negeri yang lemah. Pandemi Covid-19 yang masih belum terselesaikan juga menambah tekanan pada pasar tenaga kerja China, menurut survei yang dilansir Reuters, Senin (1/3).

Perlambatan di sektor manufaktur ini menggarisbawahi kerapuhan pemulihan ekonomi yang sedang berlangsung di China, meskipun kasus Covid-19 sudah berhasil ditekan dan analis memperkirakan rebound yang kuat dalam pertumbuhan secara setahun penuh. 

Hasil survei resmi yang dirilis pada akhir pekan lalu itu juga menunjukkan aktivitas pabrik di China berkembang pada laju terlemah sejak Mei 2020 lalu. 

Bulan Februari yang merupakan libur Tahun Baru Imlek, juga ikut berkontribusi pada perlambatan produksi. Lantaran banyak pekerja yang kembali ke kampung halaman, meskipun di tahun 2021 jumlah perjalanan jauh lebih sedikit di tengah masih merebaknya virus corona. 

Purchasing Managers Index (PMI) The Caixin turun menjadi 50,9 bulan lalu, terendah sejak bulan Mei lalu. Analis memperkirakan indeks tetap tidak berubah dari pembacaan di bulan Januari sebesar 51,5. Posisi 50 ini menjadi pemisah pertumbuhan dari kontraksi yang terjadi setiap bulan. 

Baca Juga: Kehilangan momentum, indeks manufaktur RI turun ke level 50,9 pada Februari

"Permintaan luar negeri terus menurunkan permintaan secara keseluruhan. Produsen yang disurvei menyoroti dampak dari gejolak Covid-19 di dalam negeri di musim dingin serta pandemi di luar negeri," kata Wang Zhe, ekonom senior di Caixin Insight Group dalam komentar resminya. 

Sub-indeks untuk produksi turun menjadi 51,9, laju ekspansi paling lambat sejak April tahun lalu, sementara sub-indeks lain untuk pesanan baru turun menjadi 51 terendah sejak Mei 2020. 

Pesanan ekspor menyusut untuk bulan kedua. Pabrik memberhentikan pekerja untuk bulan ketiga, dan pada kecepatan yang lebih cepat dengan Wang mencatat kalau perusahaan tidak terburu-buru untuk mengisi kekosongan. 

Namun, indeks kepercayaan untuk tahun depan naik menjadi 63,0 tertinggi sejak Oktober. Harga input dan output terus meningkat meskipun dengan kecepatan yang lebih lambat. "Sekarang tantangan utama bagi pembuat kebijakan adalah mempertahankan pemulihan pasca virus corona sambil memperhatikan inflasi," tambah Wang. 

Analis dari HSBC minggu ini memperkirakan bahwa ekonomi China akan tumbuh 8,5% tahun ini, memimpin pemulihan global dari pandemi. 

 

Selanjutnya: Harga minyak mentah loncat hampir 2% berkat stimulus AS yang disetujui DPR

 




TERBARU
Kontan Academy
Panduan Cepat Maximizing Leadership Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale

[X]
×