Sumber: Finbold News | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga perak (silver) kembali menjadi sorotan pasar global setelah mengalami lonjakan tajam dari kisaran US$72 hingga menembus US$116 hanya dalam hitungan pekan.
Kini, logam mulia tersebut diperdagangkan di sekitar level US$82, memicu spekulasi pelaku pasar mengenai arah pergerakan selanjutnya.
Di tengah volatilitas tersebut, para trader di platform pasar prediksi berbasis kripto, Polymarket, mulai memasang taruhan terkait prospek harga perak dalam waktu dekat. Data terbaru menunjukkan mayoritas pelaku pasar masih optimistis harga perak akan bertahan di atas level tertentu hingga akhir Februari.
Peluang Harga Perak di Atas Level Kunci
Berdasarkan data Polymarket, probabilitas harga perak berada di atas US$70 tercatat sebesar 87%. Sementara itu, peluang harga perak bertahan di atas US$75 berada di kisaran 53%.
Baca Juga: Harga Emas Turun US$5.058,64 dan Perak Merosot ke US$82,87 pada Kamis (12/2) Pagi
Menariknya, pasar prediksi ini menampilkan sejumlah anomali yang memicu perhatian analis. Secara logika, semakin tinggi target harga yang diproyeksikan, seharusnya peluang tercapainya level tersebut semakin kecil.
Sebagai contoh, jika harga perak ditutup di atas US$80 pada akhir bulan, maka secara otomatis harga tersebut juga berada di atas US$75 maupun US$60.
Namun, dalam praktiknya, probabilitas yang tercatat di Polymarket tidak sepenuhnya mencerminkan pola tersebut.
Anomali Probabilitas di Polymarket
Salah satu kejanggalan terlihat dari peluang harga perak berada di atas US$70 yang mencapai 87%—bahkan menjadi yang tertinggi di pasar—lebih tinggi dibanding peluang harga di atas US$40 yang tercatat 86%.
Fenomena serupa juga terjadi pada target harga yang lebih tinggi. Peluang harga perak menembus US$110 tercatat sebesar 36%, lebih tinggi dibanding peluang harga mencapai US$100 yang berada di angka 33%.
Anomali ini diduga dipengaruhi oleh mekanisme penyesuaian odds di Polymarket serta aktivitas bot trading yang semakin populer di platform tersebut. Dinamika ini dapat menyebabkan distorsi dalam pembentukan probabilitas, sehingga tidak selalu mencerminkan ekspektasi harga secara linier.
Proyeksi Pergerakan Harga Perak hingga 28 Februari
Selain memprediksi harga penutupan akhir bulan, terdapat juga pasar prediksi yang menggambarkan ekspektasi pergerakan harga perak selama sisa 17 hari di bulan Februari.
Data menunjukkan bahwa level US$75 menjadi target yang paling mungkin disentuh perak bulan ini, dengan probabilitas sebesar 59%. Hal ini mengindikasikan bahwa pelaku pasar melihat potensi konsolidasi harga di sekitar level tersebut.
Adapun level US$65, US$70, dan bahkan US$120 masih dianggap sebagai kemungkinan yang realistis, meski dengan peluang lebih rendah, yakni berkisar antara 10% hingga 25%.
Baca Juga: Harga Emas dan Perak Naik, Terangkat Dolar AS yang Turun
Menariknya, probabilitas harga menyentuh US$75 meningkat signifikan dibandingkan target lainnya. Kondisi ini mengindikasikan ekspektasi volatilitas yang lebih rendah menjelang akhir Februari, dengan kecenderungan harga bergerak dalam rentang yang lebih terbatas.
Volatilitas Perak dan Sentimen Pasar
Pergerakan tajam harga perak dalam beberapa pekan terakhir menegaskan tingginya sensitivitas logam mulia ini terhadap sentimen pasar global. Faktor seperti ekspektasi suku bunga, pergerakan dolar AS, permintaan industri, hingga spekulasi investor turut memengaruhi dinamika harga.
Dengan harga saat ini berada di kisaran US$85, pelaku pasar akan mencermati apakah perak mampu mempertahankan momentum atau kembali mengalami koreksi dalam waktu dekat.
Perkembangan di pasar prediksi seperti Polymarket memberikan gambaran tambahan mengenai sentimen spekulatif investor, meski tetap perlu dicermati dengan hati-hati mengingat adanya potensi distorsi probabilitas di dalamnya.













