kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   16.000   0,56%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Akuisisi bisnis modem Intel, Apple rogoh kocek US$ 1 miliar


Jumat, 26 Juli 2019 / 13:03 WIB
Akuisisi bisnis modem Intel, Apple rogoh kocek US$ 1 miliar


Sumber: CNN | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - SAN FRANSISCO. Apple baru saja mengakuisisi mayoritas bisnis modem smartphone Intel dalam kesepakatan senilai US$ 1 miliar.

Diberitakan CNN, kesepakatan tersebut mencakup sekitar 2.200 karyawan Intel yang akan bergabung dengan Apple. Selain itu, transaksi ini juga mencakup harta kekayaan intelektual dan peralatan.

Baca Juga: Australia memperketat aturan dan pengawasan Facebook dan Google

Dengan akuisisi ini, Apple juga akan memiliki lebih dari 17.000 paten teknologi nirkabel.

Meski begitu, Intel masih bisa mengembangkan modem untuk aplikasi non-smartphone, seperti PC dan kendaraan otonom.

Kesepakatan tersebut memang masih harus melalui persetujuan regulator, tetapi kedua perusahaan optimis kesepakatan ini akan terealisasi pada akhir 2019.

Akuisisi ini akan memberi Apple lebih banyak peran dalam mengembangkan bagian-bagian penting dari ponsel cerdasnya pada saat penjualan iPhone menghadapi tantangan karena pembelian smartphone baru mengalami perlambatan.

Baca Juga: Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik, AS Berharap Ada Negosiasi

Pasalnya Apple bisa mendapat bisnis baru dari chip modem smartphone yang memungkinkan ponsel untuk terhubung ke jaringan data nirkabel.

Pada bulan April, Intel mengatakan tidak akan lagi membuat modem 5G untuk smartphone, dengan alasan tidak ada jalur yang jelas menuju profitabilitas dalam bisnis tersebut. 

Namun ke depan, perusahaan ini akan terus bekerja pada produk lain yang berkaitan dengan teknologi 5G.

Baca Juga: Belum berdamai di perang dagang, kini AS-China panas di Selat Taiwan




TERBARU

[X]
×