kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45787,20   0,76   0.10%
  • EMAS1.012.000 0,40%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.11%

Amazon pertimbangkan buka toko ritel perdana di Jerman


Minggu, 05 Januari 2020 / 17:37 WIB
Amazon pertimbangkan buka toko ritel perdana di Jerman
ILUSTRASI. Logo Amazon.

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - BERLIN. Kepala Perusahaan Amazon Ralf Kleber mengatakan, Amazon.com mempertimbangkan rencana pembukaan toko ritel pertamanya di Jerman, yang merupakan pasar terbesar kedua setelah Amerika Serikat. 

“Faktanya, kami ketahui bahwa pelanggan yang berbelanja secara offline dan mereka [Jerman] menyukai produk bervariasi,” kata Amazon, dilansir dari Reuters, Sabtu (4/1).

Sayangnya perusahaan enggan mengungkapkan secara rinci terkait kapan realisasi pembukaan toko tersebut. Perusahaan market place ini telah mengoperasikan toko-toko di AS, Inggris, termasuk jaringan rantai pasok makanan Whole Foods serta Amazon Go.

Baca Juga: Jeff Bezos kehilangan Rp 140 triliun pada 2019, tapi tetap jadi orang terkaya dunia

Kleber juga mengatakan bahwa Amazon ingin mendorong peningkatan jumlah belanja melalui perangkat virtual AI yakni Amazon Alexa berupa spiker pinter Echo Dot yang dibanderol dengan harga murah dan mendorong adopsi lebih luas.

Baru-baru ini Amazon menjadi berita utama karena berniat mengembangkan toko tanpa kasir Amazon Go. Nantinya pengunjung bisa berbelanja cukup dengan menggunakan pemindai tangan mereka. Setiap pemindai tangan pelanggan dikaitkan dengan rekening bank masing-masing orang.

Jika perusahaan raksasa ritel online ini berhasil membangun sistem seperti itu, pelanggan tidak perlu lagi membawa dompet, kartu kredit, atau ponsel mereka untuk melakukan pembayaran. Yang harus mereka lakukan hanyalah memindai tangan dan rekening bank mereka secara otomatis dan akan dikenai biaya atas pembelian mereka.

Baca Juga: Jeff Bezos jadi orang terkaya dunia lagi setelah saham Amazon pecahkan rekor

Tahun 2019 menjadi tahun yang cukup penting bagi Amazon. Perusahaan ini mencatatkan kenaikan harga saham sekitar 20% sepanjang tahun. Sayangnya, perusahaan kehilangan kontrak Pentagon senilai US$ 10 miliar karena kalah saing dengan Microsoft.



TERBARU

[X]
×