kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.803.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.757   18,00   0,10%
  • IDX 6.206   44,30   0,72%
  • KOMPAS100 820   7,74   0,95%
  • LQ45 631   10,77   1,74%
  • ISSI 218   -0,22   -0,10%
  • IDX30 360   5,73   1,62%
  • IDXHIDIV20 447   9,71   2,22%
  • IDX80 95   0,97   1,04%
  • IDXV30 123   1,72   1,42%
  • IDXQ30 117   2,17   1,90%

Ancaman Ebola Mengintai, 220 Kematian Terduga Saat Epidemi Melampaui Kendali


Senin, 25 Mei 2026 / 19:30 WIB
Ancaman Ebola Mengintai, 220 Kematian Terduga Saat Epidemi Melampaui Kendali
ILUSTRASI. WHO menduga telah terjadi 220 kematian yang diduga akibat wabah Ebola saat ini (Olivia Acland/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - KAMPALA. Direktur Jenderal World Health Organization (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, telah terjadi 220 kematian yang diduga akibat wabah Ebola saat ini. Reuters melaporkan, dalam pernyataan yang dirilis Senin (25/5/2026), Tedros menyebut keterlambatan dalam mendeteksi kasus berarti tim penanggulangan kini sedang mengejar ketertinggalan.

"Kami sedang meningkatkan operasi secara mendesak, tetapi saat ini epidemi tersebut melampaui kemampuan kami," kata Tedros, seperti dikutip Reuters, Senin (25/5/2026). Ia menambahkan, negara-negara yang berbatasan dengan Republik Demokratik Kongo, yang merupakan pusat wabah,  harus segera mengambil tindakan.

Tedros mengatakan akan melakukan perjalanan ke Kongo pada Selasa. Menurut dia, penanganan wabah yang bergerak cepat ini diperumit oleh fakta bahwa provinsi Ituri dan Kivu Utara di Kongo sangat tidak aman dan tidak ada vaksin yang disetujui untuk virus Bundibugyo.

Baca Juga: PM Israel Netanyahu Akui Sulit Pengaruhi Trump soal Negosiasi Iran

Kementeria Kesehatan Uganda juga melaporkan telah mendeteksi dua kasus Ebola yang dikonfirmasi. Dengan demikian, jumlah total kasus yang dilaporkan di negara itu telah menjadi tujuh kasus. Kedua kasus baru tersebut adalah petugas kesehatan di fasilitas kesehatan swasta di ibukota Kampala. Kedua korban adalah warga negara Uganda.

"Kedua pasien telah dirawat di unit perawatan yang ditunjuk dan sekarang sedang menerima perawatan," kata Kementerian Kesehatan dalam pernyataan resmi, seperti dikutip Reuters, Senin (25/5/2026).

Pemerintah Uganda menyebut tim penanggulangan sedang melacak semua orang yang telah melakukan kontak dengan kedua orang tersebut. Sebelumnya, otoritas Uganda mengkonfirmasi tiga kasus Ebola baru pada hari Sabtu.

Baca Juga: Hadapi Efek Krisis Timur Tengah, Jepang Siapkan Anggaran Tambahan 3 Triliun Yen

Pusat wabah Ebola kali ini berada di provinsi Ituri, Republik Demokratik Kongo, yang berbatasan dengan Uganda. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan wabah strain Ebola Bundibugyo yang langka sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×