Angka kematian Covid-19 di AS tembus 800.000 jiwa

Senin, 13 Desember 2021 | 05:30 WIB Sumber: Reuters
Angka kematian Covid-19 di AS tembus 800.000 jiwa

ILUSTRASI. Amerika Serikat melaporkan bahwa angka kematian akibat Covid-19 di negara itu sudah mencapai 800.000. REUTERS/Caitlin Ochs


KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Amerika Serikat pada hari Minggu (12/12/2021) melaporkan bahwa angka kematian akibat Covid-19 di negara itu sudah mencapai 800.000 kematian. Kini, AS bersiap menghadapi potensi lonjakan infeksi Covid-19 karena warga lebih banyak waktu yang dihabiskan di dalam ruangan di tengah cuaca yang lebih dingin dan varian virus Omicron yang sangat menular.

Mengutip Reuters, tonggak sejarah itu berarti jumlah kematian AS dari virus yang satu ini sekarang melebihi seluruh populasi North Dakota.

Bahkan dengan vaksin yang tersedia secara luas dan bebas, AS telah kehilangan lebih banyak nyawa akibat virus tahun ini daripada pada tahun 2020 karena varian Delta yang lebih menular dan orang-orang yang menolak untuk diinokulasi terhadap Covid-19.

Sejak awal tahun, lebih dari 450.000 orang di Amerika Serikat telah meninggal setelah tertular Covid-19, atau 57% dari semua kematian di AS akibat penyakit tersebut sejak pandemi dimulai.

Baca Juga: Inilah 10 gejala virus Covid-19 varian Omicron

Menurut para ahli kesehatan, kematian tahun ini sebagian besar terjadi pada pasien yang tidak divaksinasi. Kematian telah meningkat meskipun ada kemajuan dalam merawat pasien Covid dan pilihan pengobatan baru seperti antibodi monoklonal.

Butuh 111 hari bagi kematian AS untuk melonjak dari 600.000 menjadi 700.000, menurut analisis Reuters. Namun, untuk mencapai 100.000 kematian berikutnya hanya membutuhkan waktu 73 hari.

Di sisi lain, analisis Reuters menunjukkan, negara-negara lain telah kehilangan jauh lebih sedikit nyawa per kapita dalam 11 bulan terakhir.

Di antara negara-negara terkaya Kelompok Tujuh (G7), Amerika Serikat menempati peringkat terburuk dalam hal kematian per kapita akibat Covid-19 antara 1 Januari dan 30 November, menurut analisis Reuters.

Baca Juga: WHO mengatakan varian omicron dapat mengubah arah pandemi Covid-19

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru