kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Ant Financial bidik valuasi US$ 200 miliar


Minggu, 19 Januari 2020 / 21:33 WIB
Ant Financial bidik valuasi US$ 200 miliar
ILUSTRASI. Ant Financial. Ant Financial bidik valuasi US$ 200 miliar REUTERS/Shu Zhang/File Photo

Reporter: Anggar Septiadi | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Raksasa teknologi asal Cina Ant Financial berencana menjual sejumlah sahamnya via transaksi privat. Aksi ini dilakukan guna mendongkrak valuasi perusahaan hingga US$ 200 miliar, dan menjadikannya perusahaan termahal yang tak terdaftar di bursa efek.

Sumber Reuters, Jumat (17/1) menyatakan afiliasi Alibaba yang berhasil menghimpun dana US$ 150 miliar pada 2018 ini tengah menyiapkan aksi untuk melantai di bursa Hong Kong dan Cina tahun ini.

Baca Juga: Data ekonomi AS membaik, poundsterling takluk oleh dollar AS

Sumber Reutres lainnya bilang kini konsultan keuangan perusahaan juga tengah mendekati sejumlah investor potensial seiring aksi perusahaan untuk membereskan basis pemegang sahamnya.

Sayangnya, Juru Bicara Ant menyatakan saat ini perusahaan tak punya rencana initial public offering (IPO).

Tahun lalu, sejumlah pemegang saham yang mengempit porsi kecil tercatat melakukan perdagangan di pasar sekunder dengan nilai valuasi mencapai US$ 200 miliar. Adapun sejumlah investor kini merasa lebih perlu menilai valuasi Ant sebagai unicorn secara ekstensif. Utamanya pascajatuhnya bisnis WeWork.

Adapun, sejumlah pemegang saham Ant, tercatat mengalihkan kepemilikan mereka ke produk-produk wealth management sehingga secara teknis kepemilikan sejatinya tak dipegang langsung. Konteks ini pula yang diprediksi bakal menyulitkan aksi Ant melantai di bursa.

Baca Juga: Tingkatkan impor dari AS hingga US$ 200 miliar, China akan pakai prinsip pasar

Sementara sumber Reuters lainnya bilang petinggi Ant juga tercatat telah menjual sebagian kepemilikan sahamnya via sema kemitraan terbatas yang dikendalikan pendiri Alibaba Jack Ma. Perusahaan lokal di Cina yang bakal menggelar IPO bakal dikenai ketentuan dimana pemegang saham utamanya mesti bertahan minimum selama tiga tahun.

Ant yang berbasis di Hangzhou ini punya bisnis utama menjalankan menjalankan transaksi pembayaran Alipay dan Alibaba, termasuk berfungsi sebagai digital untuk pengguna Alipay. Tahun lalu, Alibaba tercatat mengonversi 37,5% laba yang diterimanya dari Ant menjadi sepertiga kepemilikan saham.


Tag


TERBARU

Close [X]
×