Apple hingga Google Diduga Membeli Emas Dari Tambang Ilegal di Brasil

Selasa, 26 Juli 2022 | 11:43 WIB Sumber: 9to5Mac
Apple hingga Google Diduga Membeli Emas Dari Tambang Ilegal di Brasil

ILUSTRASI. Logo Google dan Apple.

KONTAN.CO.ID - BRASILIA. Apple, Microsoft, Google, hingga Amazon dilaporkan telah membeli emas dari tambang ilegal di Brasil sejak tahun 2020. Selain tembaga, emas juga menjadi bagian penting dalam proses pembuatan produk elektronik.

Media lokal Brasil, Repórter Brasil, pada hari Senin (25/7) mengungkapkan bahwa empat perusahaan teknologi besar ini menggunakan emas ilegal dari tanah adat Brasil yang terletak di hutan hujan Amazon.

Dikutip 9to5Mac, laporan menyebut bahwa sederet perusahaan papan atas itu membeli emas dari tambang Chimet dan Marsam antara tahun 2020 dan 2021. Kedua tambang itu telah diselidiki oleh Polisi Federal Brasil atas ekstraksi sumber daya alam ilegal.

Baca Juga: Hubungan Elon Musk dan Pendiri Google Sergey Brin Retak Gara-Gara Isu Ini

Bukan cuma itu, tambang Chimet dan Marsam juga telah diperiksa atas beberapa tuduhan yang berkaitan dengan kerusakan lingkungan.

Ekstraksi sumber daya alam di tanah adat Brasil sangat dilarang. Salah satu alasannya adalah karena ekstraksi mineral mengakibatkan penggundulan hutan Amazon dan pencemaran sungai dengan merkuri.

Di saat yang sama, praktik ilegal ini juga menghidupkan kelompok kriminal yang terorganisir. Kebanyakan bertugas sebagai penjamin keamanan yang kerap melakukan serangan bersenjata terhadap masyarakat adat.

Oleh Apple dan Microsoft, emas umumnya digunakan untuk membuat beberapa komponen smartphone dan komputer. Google dan Amazon juga kerap memanfaatkan emas untuk memproduksi komponen pendukung server.

Baca Juga: Dijual US$ 31 Juta, Rumah Mark Zuckerberg Jadi Rumah Termahal di San Francisco

Repórter Brasil telah meminta tanggapan dari keempat perusahaan terkait, namun hanya Apple yang telah menanggapinya. Perusahaan yang bermarkas di Cupertino, California, ini mengklaim tidak lagi membeli emas dari Marsam. Namun, mereka tidak memberikan komentar terkait kilang Chimet.

Dalam pernyataannya, Apple juga menegaskan bahwa perusahaannya memiliki standar tinggi untuk menjalin kemitraan dan terus mencari pemasok yang memiliki reputasi baik.

"Apple bekerja untuk melindungi lingkungan dan menjaga kesejahteraan jutaan orang yang tersentuh oleh rantai pasokan kami, mulai dari tingkat penambangan hingga fasilitas tempat produk dirakit," ungkap Apple dalam dokumen yang diserahkan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru