kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Apple menarik aplikasi pelacakan polisi yang digunakan dalam protes Hong Kong


Kamis, 10 Oktober 2019 / 13:11 WIB

Apple menarik aplikasi pelacakan polisi yang digunakan dalam protes Hong Kong
ILUSTRASI. Apple mengatakan, aplikasi HKmap.live ini melanggar peraturan karena digunakan untuk menyergap polisi.. REUTERS/Jorge Silva TPX IMAGES OF THE DAY


KONTAN.CO.ID - SAN FRANCISCO. Apple Inc menghapus sebuah aplikasi yang digunakan para demonstran di Hong Kong untuk melacak pergerakan polisi dari app store, Rabu (9/10). Apple mengatakan, aplikasi HKmap.live ini melanggar peraturan karena digunakan untuk menyergap polisi.

Raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) ini mendapat kecaman dari China atas aplikasi tersebut. Surat kabar resmi Partai Komunis China menyebut aplikasi itu beracun dan mengecam keterlibatan Apple dalam membantu para demonstran Hong Kong.

Apple baru menyetujui aplikasi HKmap.live pekan lalu. Aplikasi ini mengumpulkan informasi dari khalayak alias crowdsource lokasi polisi dan demonstran. Persetujuan ini muncul setelah Apple awalnya menolak di awal bulan ini.

Dalam sebuah pernyataan, Apple mengatakan bahwa pihaknya telah memulai penyelidikan segera setelah banyak pelanggan di Hong Kong yang menghubungi Apple tentang aplikasi tersebut. Apple mendapati pihaknya telah membahayakan penegakan hukum dan penduduk.

"Aplikasi ini menampilkan lokasi polisi dan kami telah memverifikasi dengan Biro Kejahatan Teknologi dan Kejahatan Teknologi Hong Kong bahwa aplikasi tersebut telah digunakan untuk menargetkan dan menyergap polisi, mengancam keselamatan publik. Dan para penjahat telah menggunakannya untuk mengorbankan penduduk di daerah-daerah di mana mereka tahu ada tidak ada penegakan hukum," ungkap pernyataan Apple yang dikutip Reuters.

Baca Juga: Terkejut dan kecewa daftar hitam, China tak berharap banyak soal kesepakatan dagang

Apple tidak berkomentar di luar pernyataannya. Pemilik merek iPhone ini juga menghapus BackupHK, aplikasi terpisah yang berfungsi sebagai mirror dari aplikasi utama HKmap.live 

Di Twitter, sebuah akun yang diyakini milik pengembang aplikasi HKmap.live mengatakan tidak setuju dengan keputusan Apple. Dia menambahkan, tidak ada bukti yang mendukung klaim polisi Hong Kong bahwa aplikasi tersebut telah digunakan dalam penyergapan.


Sumber : Reuters
Editor: Wahyu Rahmawati

Video Pilihan

Tag

Close [X]
×