kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,94   -3,77   -0.38%
  • EMAS988.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

AS dan Polandia Bahas Kesepakatan Pasok Jet Tempur ke Ukraina


Senin, 07 Maret 2022 / 14:04 WIB
AS dan Polandia Bahas Kesepakatan Pasok Jet Tempur ke Ukraina
ILUSTRASI. Kendaraan lapis baja yang hancur, dengan huruf V pada kubahnya, berada di jalanan, saat berlangsung serangan Rusia di Ukraina, di Kota Bucha, Wilayah Kyiv, Ukraina, Selasa (1/3/2022). REUTERS/Serhii Nuzhnenko.


Sumber: Al Jazeera,Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - CHISINAU. Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan, Amerika Serikat sedang membahas kesepakatan dengan Polandia untuk memasok jet tempur ke Ukraina di tengah invasi Rusia.

“Kami sekarang secara aktif membahas tentang pesawat yang mungkin disediakan Polandia ke Ukraina, dan melihat bagaimana kami bisa mengisi ulang jika Polandia memutuskan untuk memasok pesawat-pesawat itu,” katanya. 

“Saya tidak bisa menetapkan target waktu, tetapi saya hanya bisa mengatakan, kami membahasanya dengan sangat, sangat aktif,” ujarnya kepada wartawan pada Minggu (6/3) selama kunjungan ke Moldova, seperti dikutip Al Jazeera.

Komentarnya muncul setelah Pemimpin Senat dari Demokrat Chuck Schumer menyatakan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dalam pembicaraan dengan anggota Kongres AS pada Sabtu (5/3), meminta Washington untuk memfasilitasi transfer pesawat bekas Rusia dari sekutu Eropa Timur.

Baca Juga: Militer Rusia akan Berhenti Menembak Kota-Kota Ukraina termasuk Kyiv, Ada Apa?

Beberapa situs berita melaporkan, AS dan Polandia bekerjasama untuk menyediakan jet tempur era Soviet milik Polandia ke Ukraina.

Empat pejabat AS mengatakan kepada Politico, kedua pemerintah sedang membahas kesepakatan, dengan pengiriman pesawat menjadi kesulitan terbesar.

“Kami bekerja dengan Polandia dalam masalah ini dan berkonsultasi dengan sekutu NATO kami lainnya,” sebut juru bicara Gedung Putih kepada Politico.

“Kami juga sedang melakukan apa yang bisa kami berikan untuk mengisi kembali Polandia jika memutuskan untuk memasok pesawat ke Ukraina,” imbuhnya.

Baca Juga: Paus Fransiskus: Di Ukraina, Sungai Darah dan Air Mata Mengalir, Ini Perang

Sebelumnya, Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Selasa (1/3) menyetujui dana A$ 70 juta atau sekitar US$ 50 juta untuk membantu Ukraina memenuhi kebutuhan senjata.

Morrison juga memastikan, mayoritas pendanaan senjata baru untuk Ukraina akan berada dalam kategori mematikan.

"Kami berbicara tentang rudal, kami berbicara tentang amunisi, kami berbicara tentang mendukung mereka dalam membela tanah air mereka sendiri di Ukraina, dan kami akan melakukan itu dalam kemitraan dengan NATO," katanya, seperti dikutip Reuters.

Morrison menambahkan, senjata akan Australia kirim secepat mungkin, namun tidak menjelaskan bagaimana mekanisme pengirimannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×