Reporter: kompas.com | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat (AS) kembali menawarkan hadiah hingga US$10 juta atau sekitar Rp177 miliar untuk informasi mengenai lima tokoh kunci Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Tawaran tersebut disampaikan melalui program Rewards for Justice milik Departemen Luar Negeri AS. Dalam laman resminya, program tersebut menyebut hadiah hingga US$10 juta bagi informasi mengenai pemimpin utama IRGC dan sejumlah cabangnya.
Lima tokoh yang masuk dalam daftar tersebut adalah Ahmad Vahidi, Ali Abdollahi, Sa’id Aghajani, Hamidreza Lashgarian, dan Majid Khademi.
Ahmad Vahidi disebut sebagai komandan IRGC. Sementara Ali Abdollahi merupakan kepala Markas Besar Pusat Khatemolanbia atau Khatam al-Anbiya Central Headquarters.
Adapun Sa’id Aghajani tercatat sebagai komandan pesawat nirawak atau UAV pada Angkatan Udara IRGC. Hamidreza Lashgarian merupakan kepala Komando Siber-Elektronik IRGC, sedangkan Majid Khademi menjabat sebagai komandan Kantor Intelijen IRGC.
Program Rewards for Justice menyatakan informasi yang diberikan harus dapat membantu mengidentifikasi atau menemukan individu yang menjadi target. Dalam kondisi tertentu, pemberi informasi juga dapat memperoleh bantuan relokasi selain imbalan.
Tonton: Trump Usulkan Biaya Visa H-1B US$103.265! Pekerja Asing & Perusahaan AS Bisa Tertekan
AS Perketat Tekanan terhadap Iran
Pengumuman hadiah tersebut muncul di tengah langkah baru pemerintahan Presiden AS Donald Trump untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran.
Departemen Keuangan AS pada 24 Agustus 2026 meluncurkan Operation Economic Outcast, sebuah kampanye ekonomi yang disebut ditujukan untuk menekan pemerintah Iran dan pihak-pihak yang mendukungnya.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kampanye tersebut diarahkan untuk memutus sumber pendapatan yang menopang pemerintahan Iran, termasuk sektor minyak.
Washington juga memperingatkan negara dan perusahaan yang membantu transaksi dengan Iran dapat menghadapi risiko sanksi sekunder. Dalam pernyataannya, Departemen Keuangan AS menyatakan kampanye tersebut mencakup berbagai jalur ekonomi yang dianggap penting bagi Iran.
Tekanan tersebut melanjutkan serangkaian kebijakan AS terhadap jaringan ekonomi dan militer Iran. Sebelumnya, Departemen Keuangan AS juga telah menjatuhkan sanksi terhadap jaringan yang dinilai membantu IRGC dalam pengadaan senjata, transportasi, hingga penghindaran sanksi.
Tonton: Trump Usulkan Biaya Visa H-1B US$103.265! Pekerja Asing & Perusahaan AS Bisa Tertekan
Iran Tolak Tekanan AS
Di sisi lain, pemerintah Iran menegaskan tidak akan tunduk terhadap tekanan ekonomi Washington.
Teheran menilai kebijakan sanksi AS merupakan bagian dari upaya menekan perekonomian dan masyarakat Iran. Pemerintah Iran juga menyatakan akan menggunakan berbagai jalur untuk menghadapi sanksi yang diberlakukan Washington.
Dengan tawaran hadiah bagi informasi mengenai lima tokoh IRGC dan peluncuran kampanye tekanan ekonomi baru, AS kini memperluas tekanan terhadap Iran dari sisi keamanan sekaligus ekonomi.
Sumber: https://www.kompas.com/global/read/2026/08/25/170000670/as-tawarkan-hadiah-rp-177-miliar-untuk-informasi-5-komandan-irgc?source=terkini_artikel














