kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

AS ingin masuk Kuba April nanti


Sabtu, 07 Februari 2015 / 14:00 WIB
ILUSTRASI. Menhub Budi Karya Sumadi kembali mengecek kesiapan layanan LRT Jabodebek jelang diresmikan. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Dessy Rosalina | Editor: Sanny Cicilia

WASHINGTON. Pemulihan hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Kuba bakal terwujud selangkah lagi. Kabar terbaru, AS mendesak Kuba untuk bisa membuka kedutaan besar di Havana, Kuba pada April nanti. "Pihak Kuba akan memenuhi dengan syarat AS menghapus nama Kuba dari daftar negara pendukung teroris," ujar sumber Reuters di Gedung Putih, Kamis (5/2).

Andai Kuba menolak permintaan AS, sumber itu menambahkan, kesepakatan pemulihan diplomasi antara dua negara bisa kembali memburuk. Sebaliknya, proses penghapusan nama Kuba dari daftar negara penyokong terorisme baru bisa dilakukan paling cepat Juni 2015.

Rencananya, rombongan Kuba bakal bertandang ke Washington awal Maret nanti. Kemesraan antara AS dan Kuba resmi terjadi saat kedua pemimpin negara yakni Barack Obama dan Raul Castro muncul di hadapan publik secara bersama-sama pada 17 Desember 2014.


Berita Terkait



TERBARU

[X]
×