AS Janji Siap Membela Filipina Secara Militer Jika Diserang di Laut China Selatan

Rabu, 13 Juli 2022 | 16:32 WIB Sumber: DW.com
AS Janji Siap Membela Filipina Secara Militer Jika Diserang di Laut China Selatan

ILUSTRASI. Kapal induk AS, USS Nimitz (CVN 68) dan kapal penjelajah rudal berpemandu kelas Ticonderoga USS Princeton (CG 59) transit di Selat Balabac, Filipina, menuju lokasi latihan di Laut China Selatan, 15 Juli 2020. AS Peringatkan China Siap Membela Filipina.


KONTAN.CO.ID -  Menteri Luar Negeri Amerikat Serikat (AS) Antony Blinken meminta China untuk tetap pada kewajiban hukum internasionalnya dan berjanji setiap serangan terhadap Filipina akan memicu tanggapan militer AS di Laut China Selatan.

Amerika Serikat telah memperingatkan akan membela Filipina terhadap serangan apa pun terhadap kapal atau pesawatnya di Laut China Selatan.

"Kami menegaskan kembali bahwa serangan bersenjata terhadap angkatan bersenjata Filipina ... akan menimbulkan komitmen pertahanan bersama AS," kata Blinken dalam sebuah pernyataan, Selasa. Komitmen pertahanan timbal balik berasal dari perjanjian 1951 antara sekutu.

Baca Juga: Filipina & China Hentikan Pembicaraan Eskplorasi Migas Bersama di Laut China Selatan

"Kami menyerukan lagi kepada Republik Rakyat China untuk mematuhi kewajibannya di bawah hukum internasional dan menghentikan perilaku provokatifnya," tambahnya.

Menteri Luar Negeri Filipina yang baru diangkat, Enrique Manalo, mengatakan pada hari Selasa bahwa temuan pengadilan 2016 "konklusif karena tidak dapat dibantah."

"Kami dengan tegas menolak upaya untuk melemahkannya; bahkan menghapusnya dari hukum, sejarah, dan ingatan kolektif kami," tambah Manalo, tanpa menyebut nama China.

Baca Juga: Kapal Perang Masuki Perairan Filipina, Manila Panggil Duta Besar China

Pemerintahan baru Filipina telah menunjukkan fokus baru pada sengketa maritim dan keputusan pengadilan 2016, setelah periode hubungan yang lebih hangat dengan China di bawah pemerintahan Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Aktivis di Filipina juga menggelar protes di luar konsulat China di Makati untuk memperingati hari jadi keputusan pengadilan arbitrase tersebut.

Editor: Noverius Laoli

Terbaru