kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

AS Membongkar Jaringan Penipuan Investasi Kripto di Asia Tenggara


Rabu, 13 Desember 2023 / 10:47 WIB
AS Membongkar Jaringan Penipuan Investasi Kripto di Asia Tenggara
ILUSTRASI. Uang kripto.


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - Dinas Rahasia AS atau US Secret Service menyatakan telah berhasil menyita mata uang digital bernilai sekitar setengah juta dolar yang diduga merupakan bagian dari jaringan penipuan mata uang kripto yang beroperasi di Asia Tenggara.

Mengutip laporan Reuters hari Selasa (12/12), mata uang digital dalam jumlah besar itu disita dari akun yang didaftarkan atas nama seorang pria Tiongkok bernama Wang Yicheng pada bulan Juni lalu.

Saat disita, kripto bernilai sekitar US$500.000. 

Baca Juga: Harga Bitcoin di Atas US$ 44.000, Bakal All Time High?

Dinas Rahasia AS mengatakan, jaringan penipuan mata uang kripto ini melibatkan penipuan investasi kripto yang dikenal sebagai pemotongan babi (pig butchering).

Dalam skema itu, penipu memanipulasi orang-orang yang tidak menaruh curiga yang mereka temui secara online, membujuk mereka untuk berinvestasi dalam skema kripto palsu.

Wang diketahui merupakan pengusaha yang menjalin hubungan dengan anggota penegak hukum dan elit politik Thailand. Dirinya bahkan sempat menjabat sebagai wakil presiden kelompok perdagangan Tiongkok yang berbasis di Bangkok

Laporan Reuters tertanggal 23 November 2023 merinci bagaimana akun kripto atas nama Wang menerima lebih dari US$90 juta dalam beberapa tahun terakhir. Dari jumlah itu, setidaknya US$9,1 juta di antaranya berasal dari dompet kripto yang terkait dengan skema pig butchering.

Baca Juga: AS Bakal jadi Negara Termiskin di Dunia, Robert Kiyosaki Sebut 4 Investasi Favoritnya

Sejak Tahun 2020

Otoritas AS mengungkap akun atas nama Wang telah menerima lebih dari US$90 juta sejak dibuka tahun 2020.

Kelompok perdagangan yang diwakili Wang disebut Thai-Asia Economic Exchange Trade Association. Saat dimintai komentar, kelompok itu menegaskan bahwa mereka mematuhi hukum dan peraturan dan tidak mendukung aktivitas ilegal.

"Urusan bisnis dan pribadi Wang tidak ada hubungannya dengan asosiasi perdagangan. Wang tidak lagi menjadi bagian dari kelompok tersebut dan tidak lagi berhubungan dengan kami," kata kelompok tersebut.

Baca Juga: Harga Bitcoin Melonjak ke US$ 42.400, Ini Sederet Pendorongnya

Dalam sebuah surat pada 4 Desember lalu, kelompok itu mengatakan bahwa Wang meninggalkan dewan direksinya lebih dari tiga bulan lalu.

Aksi Wang mulai terendus Dinas Rahasia AS ketika menerima laporan dari California tentang seorang pria yang menjadi korban penipuan kripto senilai US$2,7 juta. Pria tersebut mengirim uang ke dompet kripto yang menyalurkan dana ke rekening atas nama Wang.

Laporan terbaru yang diterima pengadilan AS baru-baru ini juga menunjukkan kasus serupa di Massachusetts. Korbannya diduga ditipu dengan kripto senilai sekitar US$478.000 yang dialihkan ke dua akun kripto, salah satunya atas nama Wang.




TERBARU

[X]
×