kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45845,71   -11,32   -1.32%
  • EMAS943.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.29%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

AS mulai melarang impor komponen panel surya dari perusahaan China


Kamis, 24 Juni 2021 / 09:11 WIB
AS mulai melarang impor komponen panel surya dari perusahaan China
ILUSTRASI. Bendera nasional China dan bendera nasional AS sebelum pertemuan diperluas Dialog Strategis, bagian dari Dialog Strategis dan Ekonomi AS-China (S&ED) yang diadakan di Wisma Negara Diaoyutai di Beijing, 10 Juli 2014.

Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemerintahan Joe Biden memerintahkan agar AS berhenti mengimpor komponen panel surya dari Hoshine Silicon Industry yang berbasis di China atas tuduhan kerja paksa.

Menurut sumber yang dihubungi Reuters, keputusan yang keluar pada hari Rabu (23/6) ini akan diawasi juga oleh Departemen Perdagangan AS, yang secara terpisah membatasi ekspor ke Hoshine.

Departemen perdagangan juga membatasi ekspor ke tiga perusahaan China lain, di antaranya adalah Xinjiang Daqo New Energy Co., Xinjiang East Hope Nonferrous Metals Co., dan Xinjiang GCL New Energy Material Co..

Xinjiang Production and Construction Corps (XPCC) yang terkait dengan militer juga masuk daftar hitam AS. Mereka menyebutkan bahwa perusahaan tersebut terlibat dengan kerja paksa orang Uighur dan kelompok minoritas Muslim lainnya di Xinjiang.

"Perusahaan telah terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia dan pelanggaran dalam pelaksanaan kampanye penindasan China, penahanan sewenang-wenang massal, kerja paksa dan pengawasan teknologi tinggi terhadap Uighur, Kazakh, dan anggota kelompok minoritas Muslim lainnya di Xinjiang," ungkap laporan Departemen Perdagangan yang dikutip Reuters.

Baca Juga: Kapal perusak AS berlayar di Selat Taiwan, China siaga tinggi

Sejumlah perusahaan yang masuk dalam daftar hitam kali ini merupakan produsen utama silikon monokristalin dan polisilikon yang digunakan dalam produksi panel surya.

Wilayah Xinjiang menyumbang sekitar 45% dari pasokan polisilikon untuk panel surya dunia. AS terus menyelidiki tuduhan kerja paksa oleh perusahaan China yang memasok polisilikon.

Sumber yang dekat dengan masalah ini menyebutkan bahwa larangan impor ini tidak berdampak pada sebagian besar impor polisilikon AS dan produk berbasis silika lainnya. Hal ini juga dipercaya tidak bertentangan dengan tujuan iklim dan dukungan Presiden Joe Biden untuk industri surya domestik. 

Pemerintahan Biden pada bulan Maret mengumumkan target untuk memotong biaya energi surya sebesar 60% dalam 10 tahun ke depan. Presiden Biden telah menetapkan tujuan jaringan listrik bersih 100% pada tahun 2035.

Selanjutnya: Warga AS Bisa Main TikTok dan WeChat Lagi, Biden Mencabut Larangan Pengunduhan




TERBARU

[X]
×