Asia Perang Lawan Varian Covid-19 yang Lebih Menular, Bagaimana Pandemi di Indonesia?

Senin, 18 Juli 2022 | 11:22 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Asia Perang Lawan Varian Covid-19 yang Lebih Menular, Bagaimana Pandemi di Indonesia?

ILUSTRASI. Pemerintah di seluruh Asia menggandakan upaya untuk melindungi masyarakat mereka dari jenis Covid-19 yang lebih ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Pemerintah di seluruh Asia menggandakan upaya untuk melindungi masyarakat mereka dari jenis Covid-19 yang lebih baru dan lebih menular yang telah menyebabkan kasus melonjak dalam beberapa hari terakhir.

Melansir The Straits Times, Korea Selatan pada hari Minggu (17/7/2022) mengatakan jumlah infeksi pada hari Sabtu berlipat ganda dari seminggu yang lalu. Sebagian besar karena sub-varian BA.5 Omicron yang sangat menular dan berkurangnya kekebalan di antara penduduknya. 

Data dari Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea menunjukkan kasus harian Covid-19 selama 24 jam pada Sabtu adalah 40.342.

Pakar kesehatan mengantisipasi jumlah infeksi harian dapat meningkat lebih dari yang diharapkan pemerintah, mengingat laju penyebaran saat ini. Penemuan strain Omicron yang lebih baru, BA.2.75, juga dikenal sebagai "centaurus", juga merupakan ancaman.

Meskipun kasus harian terus meningkat, jumlah pasien sakit kritis dan kematian tetap relatif rendah. Namun demikian, kekhawatiran meningkat karena gelombang Omicron baru diperkirakan akan menyebar lebih cepat di minggu-minggu berikutnya.

Pemerintah Korea Selatan diharapkan memperluas suntikan booster hari ini ke orang dewasa berusia 50 tahun ke atas untuk mencegah kasus parah dan kematian.

Jumlah kasus meningkat di tempat lain di Asia juga. Di Jepang, jumlah infeksi mencapai angka tertinggi sepanjang masa yakni lebih dari 108.000 pada Sabtu malam, menurut penghitungan Yomiuri Shimbun. Angka itu melampaui rekor tertinggi sebelumnya 104.202 pada 5 Februari.

Lebih jauh di Asia Selatan, India mencatat 20.528 kasus baru selama 24 jam terakhir, tertinggi sejak 20 Februari, menurut data yang dikumpulkan dan dilaporkan oleh Reuters pada hari Minggu.

Data Kementerian Kesehatan India menunjukkan jumlah kematian Covid-19 di 525.709, dengan 49 kematian semalam.

Juga pada hari Minggu, India mencapai tonggak vaksinasi ketika melaporkan bahwa dua miliar dosis telah diberikan, dengan suntikan booster sedang berlangsung untuk semua orang dewasa. 

Pemerintah federal telah mempercepat kampanye pendorongnya untuk mencegah penyebaran infeksi, yang merayap lebih tinggi di negara bagian timur Assam, Benggala Barat, dan Karnataka di selatan.

Di China, jumlah infeksi baru juga terus meningkat karena wabah di beberapa daerah menyebar luas. Negara itu melaporkan 580 kasus lokal pada hari Sabtu, menurut Komisi Kesehatan Nasional. Itu adalah angka tertinggi sejak 23 Mei, dan sebagian besar ditemukan di wilayah Guangxi dan provinsi Gansu.

Di pusat keuangan Shanghai, situasi Covid-19 tetap "relatif parah", dengan tekanan baik dari rebound dalam kasus lokal dan impor, Zhao Dandan, wakil kepala biro kesehatan kota, mengatakan pada hari Sabtu. 

Kota itu melaporkan 26 kasus Covid-19 lokal baru pada hari Sabtu, kata pemerintah setempat di saluran WeChat resminya pada hari Minggu.

Ibu kota China, Beijing, melaporkan satu hari lagi tidak ada infeksi baru. Lebih jauh ke selatan di Makau, minggu kerja lagi dari penguncian sebagian diperkirakan terjadi setelah kota itu memperpanjang penutupan kasino dan bisnis yang tidak penting untuk mencoba dan memberantas wabah virus corona terburuknya.

Di Thailand, Kementerian Kesehatan Masyarakat telah mengadakan pertemuan mendesak dengan gubernur Bangkok hari ini untuk mempersiapkan langkah-langkah menghadapi gelombang baru Covid-19 di ibu kota.

Sekretaris Tetap kementerian Kiattiphum Wongrajit mengatakan rumah sakit Bangkok sekarang menerima lebih dari 1.000 pasien Covid-19 baru per hari, sehingga persiapan untuk kemungkinan gelombang baru diperlukan. 

Bangkok menghadapi peningkatan risiko lonjakan Covid-19 karena memiliki populasi besar yang sering bepergian dan aktif secara sosial, Dr Kiattiphum memperingatkan.

Pasien Covid-19 saat ini hanya menempati 13 persen dari tempat tidur rumah sakit secara nasional, tetapi angka itu telah meningkat menjadi 42 persen di Bangkok.

Bagaimana dengan Indonesia?

Melansir Kontan, data Satgas Covid-19 menunjukkan, hingga Minggu (17/7) ada tambahan 3.540 kasus baru corona. Sehingga total menjadi 6.134.953 kasus positif Corona.

Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus Corona bertambah 2.574 orang sehingga menjadi sebanyak 5.950.554 orang.

Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat virus Corona di Indonesia bertambah 10 orang menjadi sebanyak 156.849 orang.

Jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 27.550 kasus, bertambah 956 dari sehari sebelumnya.

Untuk menekan angka penularan, pemerintah resmi menjadikan vaksin Covid-19 booster sebagai syarat perjalanan di dalam negeri baik untuk penumpang kereta api, pesawat terbang dll. 

Aturan terkait vaksin booster sebagai syarat perjalanan terbaru tertuang dalam Surat Edaran (SE) tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi baik di dalam negeri maupun luar negeri di Masa Pandemi Covid-19. Aturan perjalanan terbaru terkait vaksin booster sebagai syarat perjalanan di dalam negeri mulai berlaku pada 17 Juli 2022.

“SE Kemenhub ini merujuk pada SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 21 dan 22 Tahun 2022 tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri dan luar negeri pada masa pandemi Covid-19,” demikian disampaikan Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati, Minggu (10/7).

Untuk perjalanan dalam negeri, Kemenhub menerbitkan sebanyak 4 SE yaitu: SE No. 68 (transportasi laut), SE No. 70 (transportasi udara), SE No. 72 (perkeretaapian), SE No. 73 (transportasi darat). Sementara untuk perjalanan luar negeri, Kemenhub menerbitkan sebanyak 3 (tiga) SE yaitu: SE No. 69 (transportasi laut), SE No. 71 (transportasi udara), dan SE No. 74 (transportasi darat).

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru