kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 17.908   -3,00   -0,02%
  • IDX 6.148   -44,99   -0,73%
  • KOMPAS100 792   -4,01   -0,50%
  • LQ45 606   -1,94   -0,32%
  • ISSI 215   -2,54   -1,17%
  • IDX30 336   -1,19   -0,35%
  • IDXHIDIV20 430   -1,14   -0,26%
  • IDX80 90   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 117   -0,93   -0,79%
  • IDXQ30 110   -0,11   -0,10%

Asia Tenggara butuh akses vaksin untuk mengekang rekor kematian, Indonesia termasuk


Kamis, 19 Agustus 2021 / 06:13 WIB
ILUSTRASI. Keluarga menghadiri dengan penuh duka saat dilakukan proses pemakaman jenazah Covid 19 di TPU Rorotan, Jakarta, Rabu (14/7/2021). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sebagai contoh, Indonesia dan Filipina, negara terpadat di Asia Tenggara, baru memvaksinasi lengkap sekitar 10-12% penduduknya, sementara Vietnam berada di bawah 2%.

“Dalam jangka pendek, kita membutuhkan upaya yang jauh lebih besar dari negara-negara kaya untuk segera membagikan jutaan dosis vaksin berlebih mereka dengan negara-negara di Asia Tenggara," kata Matheou. 

Dia menambahkan bahwa perusahaan vaksin dan pemerintah juga perlu berbagi teknologi dan meningkatkan produksi.

Baca Juga: Harga tes PCR turun jadi Rp 495.000-Rp525.000 kini termurah kedua di Asia Tenggara

"Minggu-minggu mendatang sangat penting untuk meningkatkan perawatan, pengujian dan vaksinasi, di setiap sudut semua negara di Asia Tenggara," katanya, seraya menambahkan bahwa harus ada target tingkat vaksinasi 70-80%.

Selanjutnya: Akhir 2021, Thailand uji coba vaksin COVID-19 semprotan hidung pada manusia




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×