kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

Asia Tenggara butuh akses vaksin untuk mengekang rekor kematian, Indonesia termasuk


Kamis, 19 Agustus 2021 / 06:13 WIB
ILUSTRASI. Keluarga menghadiri dengan penuh duka saat dilakukan proses pemakaman jenazah Covid 19 di TPU Rorotan, Jakarta, Rabu (14/7/2021). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sebagai contoh, Indonesia dan Filipina, negara terpadat di Asia Tenggara, baru memvaksinasi lengkap sekitar 10-12% penduduknya, sementara Vietnam berada di bawah 2%.

“Dalam jangka pendek, kita membutuhkan upaya yang jauh lebih besar dari negara-negara kaya untuk segera membagikan jutaan dosis vaksin berlebih mereka dengan negara-negara di Asia Tenggara," kata Matheou. 

Dia menambahkan bahwa perusahaan vaksin dan pemerintah juga perlu berbagi teknologi dan meningkatkan produksi.

Baca Juga: Harga tes PCR turun jadi Rp 495.000-Rp525.000 kini termurah kedua di Asia Tenggara

"Minggu-minggu mendatang sangat penting untuk meningkatkan perawatan, pengujian dan vaksinasi, di setiap sudut semua negara di Asia Tenggara," katanya, seraya menambahkan bahwa harus ada target tingkat vaksinasi 70-80%.

Selanjutnya: Akhir 2021, Thailand uji coba vaksin COVID-19 semprotan hidung pada manusia




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×