kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45909,31   7,91   0.88%
  • EMAS1.354.000 1,65%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Asia Tenggara butuh akses vaksin untuk mengekang rekor kematian, Indonesia termasuk


Kamis, 19 Agustus 2021 / 06:13 WIB
Asia Tenggara butuh akses vaksin untuk mengekang rekor kematian, Indonesia termasuk
ILUSTRASI. Keluarga menghadiri dengan penuh duka saat dilakukan proses pemakaman jenazah Covid 19 di TPU Rorotan, Jakarta, Rabu (14/7/2021). KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah mengatakan, negara-negara Asia Tenggara membutuhkan lebih banyak bantuan untuk mengamankan vaksin Covid-19, karena kawasan itu berjuang untuk menahan rekor infeksi dan kematian yang didorong oleh varian Delta.

Reuters memberitakan, wilayah itu lolos dari kondisi yang terburuk ketika pandemi meletus tahun lalu. Akan tetapi, dalam beberapa pekan terakhir, kawasan ini telah mengalami angka kematian tertinggi secara global karena melonjaknya infeksi. Kondisi ini mendorong sistem perawatan kesehatan yang rapuh ke tepi jurang dan mengekspos peluncuran vaksinasi yang lamban.

"Lonjakan Covid-19 yang didorong oleh varian Delta ini mengklaim korban tragis pada keluarga di seluruh Asia Tenggara dan ini masih jauh dari selesai," jelas Alexander Matheou, Direktur Asia Pasifik, Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.

Tercatat bahwa sebagian besar negara Asia Tenggara termasuk Vietnam, Thailand, dan Indonesia telah mencatat rekor infeksi atau kematian Covid-19.

Baca Juga: Singapura bersiap untuk hidup jangka panjang dengan Covid-19, seperti apa?

Data Reuters menunjukkan, Malaysia pada Rabu melaporkan 22.242 kasus virus corona, rekor harian, sementara Thailand mengumumkan 312 kematian, rekor peningkatan untuk hari kedua berturut-turut.

Indonesia melaporkan 1.128 kematian, turun dari level terburuknya di atas 2.000 pada akhir bulan lalu. Akan tetapi, ini masih merupakan angka kematian harian tertinggi untuk negara mana pun di dunia.

Menurut data pelacak Reuters Covid-19, saat negara-negara seperti Kanada, Spanyol, dan Inggris telah sepenuhnya memvaksinasi lebih dari 60% penduduknya, dan Amerika Serikat lebih dari 50%, negara-negara Asia Tenggara masih jauh tertinggal.

Baca Juga: Tertinggi di Asia Tenggara, Malaysia catat 22.242 kasus baru COVID-19

Sebagai contoh, Indonesia dan Filipina, negara terpadat di Asia Tenggara, baru memvaksinasi lengkap sekitar 10-12% penduduknya, sementara Vietnam berada di bawah 2%.

“Dalam jangka pendek, kita membutuhkan upaya yang jauh lebih besar dari negara-negara kaya untuk segera membagikan jutaan dosis vaksin berlebih mereka dengan negara-negara di Asia Tenggara," kata Matheou. 

Dia menambahkan bahwa perusahaan vaksin dan pemerintah juga perlu berbagi teknologi dan meningkatkan produksi.

Baca Juga: Harga tes PCR turun jadi Rp 495.000-Rp525.000 kini termurah kedua di Asia Tenggara

"Minggu-minggu mendatang sangat penting untuk meningkatkan perawatan, pengujian dan vaksinasi, di setiap sudut semua negara di Asia Tenggara," katanya, seraya menambahkan bahwa harus ada target tingkat vaksinasi 70-80%.

Selanjutnya: Akhir 2021, Thailand uji coba vaksin COVID-19 semprotan hidung pada manusia




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×