kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.590.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.943   4,00   0,02%
  • IDX 6.273   -25,47   -0,40%
  • KOMPAS100 816   -3,14   -0,38%
  • LQ45 622   -1,73   -0,28%
  • ISSI 217   -1,13   -0,52%
  • IDX30 344   -1,17   -0,34%
  • IDXHIDIV20 428   -1,08   -0,25%
  • IDX80 93   -0,35   -0,37%
  • IDXV30 117   -0,52   -0,44%
  • IDXQ30 110   -0,34   -0,31%

Asian Games 2026 Jepang Banjir Kritik, Terancam Jadi yang Terburuk dalam Sejarah


Jumat, 25 September 2026 / 09:20 WIB
Asian Games 2026 Jepang Banjir Kritik, Terancam Jadi yang Terburuk dalam Sejarah
ILUSTRASI. Asian Games 2026 - Nagoya Jepang (REUTERS/Edgar Su)


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - Penyelenggaraan Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, terus diterpa kritik. Sejumlah persoalan mulai dari akomodasi, transportasi, makanan, hingga kesalahan operasional membuat tuan rumah berada di bawah pantauan dunia.

Banyaknya permasalahan tersebut membuat edisi ini terancam mendapat cap "Asian Games terburuk sepanjang sejarah”.

Masalah penyelenggaraan sebenarnya sudah muncul sebelum upacara pembukaan pada 19 September 2026. Keluhan kemudian berlanjut setelah kompetisi berlangsung dan melibatkan sejumlah delegasi peserta.

Baca Juga: Asian Games 2026, China Berpotensi Juara 12x, Ini Rahasianya!

Akomodasi dan Transportasi Atlet Jadi Sumber Masalah

Salah satu persoalan paling banyak disorot adalah sistem akomodasi atlet.

Mengutip Reuters, panitia tidak membangun kampung atlet konvensional dan memilih menempatkan sekitar 17.000 atlet serta ofisial di hotel, kapal pesiar, dan unit hunian berbentuk kontainer untuk menekan biaya.

Pilihan tersebut kemudian memunculkan sejumlah keluhan. Tim basket putra Korea Selatan, misalnya, harus dipindahkan dari unit kontainer di Garden Pier ke hotel.

Chef de Mission Korea Selatan, Lee Sang-hyun, menyebut kondisi kontainer sangat sempit bagi pemain basket. Ia juga menyoroti kekacauan administrasi terkait pemesanan dan pembagian kamar di kapal pesiar.

“Lebih dari sekadar meminta maaf, saya yakin penting bagi mereka untuk membuat langkah konkret guna mencegah masalah ini terulang dan menerapkannya,” kata Lee, seperti dikutip Reuters.

Sebelumnya, South China Morning Post melaporkan bahwa pejabat Korea Selatan bahkan sempat menyebut kondisi akomodasi Asian Games 2026 sebagai “yang terburuk”.

Salah satu insiden terjadi ketika delegasi China tiba di Bandara Chubu Centrair Nagoya. Kesalahan input data dalam sistem transportasi membuat sejumlah atlet tidak tercatat dalam sistem keberangkatan bus.

Akibatnya, beberapa anggota delegasi China dilaporkan harus menunggu hingga sekitar tujuh jam di bandara dan tidak mendapatkan makanan selama menunggu.

Tim basket putra Korea Selatan juga mengalami masalah transportasi. Bus yang seharusnya membawa mereka ke tempat latihan tidak datang sehingga sesi latihan harus dibatalkan hanya beberapa jam sebelum pertandingan final melawan Jepang.

Baca Juga: Kisah Debut Tim Baseball Palestina di Asian Games 2026, Berawal dari Gaza

Kesalahan Operasional Jadi Perhatian

Kritik terhadap Asian Games 2026 Jepang semakin besar karena sejumlah masalah tidak hanya berkaitan dengan fasilitas, tetapi juga operasional pertandingan.

Laporan South China Morning Post menyebut adanya sejumlah kesalahan, termasuk pencatatan skor dan pemutaran lagu kebangsaan yang keliru.

Dalam salah satu insiden, lagu kebangsaan Korea Utara diputar ketika tim hoki Korea Selatan tampil. Panitia kemudian meminta maaf atas kesalahan tersebut.

Masalah juga muncul dalam proses kedatangan delegasi. Panitia Aichi-Nagoya Asian Games Organising Committee (AINAGOC) mengakui mengetahui kekacauan yang terjadi ketika sejumlah delegasi menaiki kapal pesiar pada 16 September.

Namun, panitia membantah laporan bahwa keterlambatan terjadi karena AINAGOC gagal memasukkan informasi akomodasi ke dalam sistem.

Menurut AINAGOC, penyebab utamanya adalah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan dokumen yang tidak lengkap dari sejumlah delegasi.

Panitia mengatakan mereka berkoordinasi dengan Costa Cruises dan JTB Corporation untuk memperbaiki operasional.

Baca Juga: Asian Games 2026 Punya 469 Nomor Medali, Lebih Banyak dari Olimpiade Paris

Jepang Kritik Vendor Prancis

Media Jepang Tokyo Sports, mengaitkan kekacauan operasional dengan minimnya keterlibatan perusahaan besar Jepang dan besarnya peran perusahaan event asal Prancis, GL Events.

Perusahaan yang berkantor pusat di Lyon tersebut menangani sejumlah aspek penting Asian Games 2026, termasuk desain venue, pemasangan infrastruktur, akses, akreditasi, hingga seremoni kemenangan.

Laporan itu menyebut perusahaan-perusahaan periklanan besar Jepang tidak mendapatkan kontrak penyelenggaraan setelah sebelumnya terseret skandal korupsi terkait Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020.

Salah satu sumber internal yang dikutip laporan tersebut bahkan mengeluhkan sulitnya memberikan masukan kepada GL Events.

“Ketika kami melihat hal-hal yang perlu diperhatikan, perusahaan tersebut menolak masukan kami dengan mengatakan, ‘ini adalah ranah kami’,” ujar sumber tersebut.

Baca Juga: Klasemen Medali Asian Games 2026: Indonesia Naik 7 Peringkat Usai Raih Emas


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×