kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.681   54,00   0,31%
  • IDX 6.535   -6,68   -0,10%
  • KOMPAS100 866   8,07   0,94%
  • LQ45 659   9,32   1,43%
  • ISSI 225   -2,18   -0,96%
  • IDX30 366   5,04   1,40%
  • IDXHIDIV20 458   8,21   1,83%
  • IDX80 99   1,17   1,20%
  • IDXV30 126   0,85   0,68%
  • IDXQ30 118   2,25   1,94%

Asian Games 2026, Korea Selatan Protes Ke Jepang Karena Masalah Kasur


Selasa, 15 September 2026 / 04:00 WIB
Asian Games 2026, Korea Selatan Protes Ke Jepang Karena Masalah Kasur
ILUSTRASI. Asian Games 2026, Korea Selatan Protes Ke Jepang Karena Masalah Kasur


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Tokyo. Korea Selatan memprotes kondisi akomodasi atlet pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Tim basket putra menjadi salah satu delegasi yang mengeluhkan fasilitas penginapan, termasuk kasur yang terlalu pendek bagi atlet bertubuh lebih dari 2 meter.

Wakil Presiden Asosiasi Bola Basket Korea (KBA) Jung Jae-yong menyebut kondisi kabin tempat tinggal tim basket putra Korea Selatan sebagai yang terburuk sepanjang pengalamannya mengikuti ajang olahraga internasional.

“Berdasarkan pengalaman saya, ini adalah yang terburuk yang pernah ada,” kata Jung kepada AFP, Senin (14/9/2026).

Ia menyoroti ukuran tempat tidur yang dinilai tidak memadai bagi para atlet.

“Para atlet yang tingginya lebih dari dua meter bahkan tidak bisa meluruskan kaki mereka di tempat tidur. Ini tidak masuk akal,” lanjutnya.

Tonton: BBM Subsidi Langka: Salah Pasokan atau Salah Sasaran?

Kabin atlet bocor hingga tergenang air

Keluhan mengenai akomodasi Asian Games 2026 tidak hanya berkaitan dengan ukuran kasur. Pemain basket Korea Selatan, Byeon Jun-hyeong, turut mengunggah video kondisi kabin penginapan melalui media sosial.

Dalam video tersebut, terlihat wastafel yang bocor hingga menyebabkan lantai kabin tergenang air.

“Tolong bantu kami,” tulis Byeon dalam unggahannya.

Kabin bergaya kontainer tersebut menjadi salah satu pilihan akomodasi yang digunakan penyelenggara Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Fasilitas itu dipersiapkan untuk menampung sekitar 2.000 atlet dan ofisial selama lebih dari dua pekan penyelenggaraan.

Sejumlah negara juga melakukan persiapan khusus untuk menghadapi kondisi penginapan tersebut. India, misalnya, menyiapkan replika kabin agar para atletnya dapat beradaptasi sebelum bertanding.

Baca Juga: Akibat Konflik Timur Tengah, Biaya Tambahan Transaksi Minyak Naik Tinggi

Penyelenggara Asian Games belum memberi tanggapan

Jung mengatakan pihak penyelenggara Asian Games 2026 belum memberikan tanggapan atas kekhawatiran yang disampaikan Korea Selatan.

“Penyelenggara masih belum mengatakan apa pun,” ujar Jung.

“Kami sangat khawatir dan sedang berdiskusi secara intensif dengan Komite Olahraga dan Olimpiade Korea mengenai apa yang harus dilakukan,” tambahnya.

Kekhawatiran mengenai akomodasi juga muncul setelah ratusan atlet sempat dievakuasi sementara dari tempat tinggal mereka pada pekan sebelumnya akibat hujan deras yang mengguyur Nagoya.

Cuaca buruk masih menjadi perhatian karena hujan diperkirakan kembali turun dalam beberapa hari mendatang.

Baca Juga: BYD Gaspol di Eropa, Produksi Truk Listrik Berat Mulai Tahun Depan

Asian Games 2026 menghadapi masalah kekurangan kamar

Persoalan akomodasi tidak hanya dialami delegasi Korea Selatan. Seorang pejabat Komite Olimpiade Korea mengatakan terdapat kekurangan tempat tinggal bagi delegasi dari berbagai negara yang mengikuti Asian Games 2026.

“Pada saat ini, terdapat kekurangan akomodasi bukan hanya untuk seluruh delegasi Korea Selatan di Asian Games, tetapi juga untuk delegasi dari seluruh dunia di wilayah Aichi-Nagoya,” kata pejabat tersebut kepada AFP.

“Kami melakukan segala yang kami bisa untuk menyelesaikan masalah ini dan memastikan tidak ada masalah seperti itu,” lanjutnya.

Asian Games 2026 diperkirakan dihadiri lebih dari 17.000 atlet dan ofisial. Jumlah tersebut bahkan melampaui perkiraan awal penyelenggara lokal yang sebelumnya memproyeksikan sekitar 15.000 peserta.

Penyelenggara lokal pada bulan lalu mengakui keterbatasan tenaga kerja dan anggaran untuk menangani jumlah peserta yang terus bertambah.

Dewan Olimpiade Asia (OCA) kemudian menyatakan seluruh peserta akan mendapatkan tempat tinggal.

Baca Juga: Microsoft Susun Kode Etik AI, Larang Teknologi Menolak Shutdown

Kapal pesiar menjadi alternatif akomodasi atlet

Berbeda dari penyelenggaraan Asian Games sebelumnya, Aichi-Nagoya 2026 tidak menyediakan satu kompleks perkampungan atlet khusus. Penyelenggara memilih kombinasi kapal pesiar, kabin kayu sementara, dan hotel sebagai alternatif untuk menekan biaya.

Kapal pesiar Italia, Costa Serena, dijadwalkan tiba di Nagoya pada Selasa (15/9/2026). Kapal tersebut dipersiapkan sebagai tempat tinggal bagi sekitar 4.000 hingga 5.000 atlet.

Sementara itu, peserta lainnya akan ditempatkan di sejumlah hotel, termasuk di Tokyo yang menjadi lokasi pertandingan renang, loncat indah, dan berkuda.

Presiden Komite Olimpiade Filipina Abraham Tolentino sebelumnya mengatakan seluruh atlet negaranya telah mendapatkan kamar. Namun, sejumlah ofisial, termasuk pelatih, harus dipindahkan ke hotel dan Airbnb.

Asian Games 2026 dijadwalkan berlangsung di Nagoya dan Prefektur Aichi, Jepang. Upacara pembukaan akan digelar pada Sabtu (19/9/2026), sementara sejumlah pertandingan, termasuk sepak bola dan basket, telah dimulai lebih awal.

Dengan jumlah peserta yang terus meningkat, persoalan akomodasi menjadi salah satu tantangan utama penyelenggaraan Asian Games Aichi-Nagoya 2026.






Sumber: https://internasional.kompas.com/read/2026/09/14/150706070/korsel-protes-kasur-asian-games-terlalu-pendek-atlet-tak-bisa-selonjor?page=all#page2. 

 

Baru Rombak Ratusan Pejabat, Purbaya Diganti Suahasil


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×