kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.606   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Asosiasi industri desak Pemerintah India benar-benar batasi impor CPO


Selasa, 14 Januari 2020 / 17:11 WIB
ILUSTRASI. Hamparan perkebunan kelapa sawit terlihat dari ketinggian di Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (11/10).


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - MUMBAI. Asosiasi Industri Minyak Nabati India (SEA) mendesak Pemerintah India membatasi impor minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan turunannya maksimum hingga 50.000 ton per bulan.

Tujuan pembatasan impor CPO dan produk turunannya tersebut untuk meningkatkan kapasitas industri penyulingan dan mendukung petani tanaman minyak nabati lokal.

Mengutip Reuters, dalam suratnya kepada Kementerian Perdagangan dan Perindustrian India, SEA mengatakan, meski pekan lalu terbit kebijakan pembatasan impor produk turunan CPO, Pemerintah India tetap bisa mengeluarkan izin untuk kebutuhan publik. Ini dapat menyebabkan lonjakan impor kecuali pemerintah mengaturnya.

Baca Juga: Gara-gara pernyataan Mahathir, India setop impor CPO dari Malaysia

Permintaan SEA tersebut datang di tengah instruksi Pemerintah India secara pribadi kepada importir untuk tidak membeli produk turunan CPO dari Malaysia di tengah pertikaian diplomatik kedua negara.

India, importir minyak nabati terbesar di dunia, pekan lalu mengeluarkan pemberitahuan yang menyatakan, kebijakan impor minyak sawit olahan dari Malaysia "diubah dari Gratis menjadi Dibatasi".




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×