kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Asosiasi industri desak Pemerintah India benar-benar batasi impor CPO


Selasa, 14 Januari 2020 / 17:11 WIB
ILUSTRASI. Hamparan perkebunan kelapa sawit terlihat dari ketinggian di Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (11/10).


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Langkah itu keluar setelah New Delhi keberatan dengan kritik Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad terhadap Undang-Undang Kewarganegaraan baru berbasis agama di India.

Perdana menteri berusia 94 tahun itu sebelumnya menuduh India menginvasi wilayah Kashmir yang mayoritas penduduknya Muslim. Tapi, Mahathir tetap pada pendiriannya terhadap India.

Importir CPO India secara efektif sudah menghentikan semua pembelian dari pemasok utama Malaysia, setelah pemerintah secara pribadi memperingatkan mereka untuk menghindari produk dari negeri jiran.

Baca Juga: Soal CPO, Mahathir: Saya tetap menentang hal yang salah, kendati merugikan negara

Sumber Reuters di industri CPO dan Pemerintah India mengungkapkan, peringatan itu Pemerintah India keluarkan pekan lalu, bersamaan dengan langkah New Delhi membatasi impor CPO dan palmolein dari Malaysia.

"Secara resmi tidak ada larangan impor CPO dari Malaysia, tetapi tidak ada yang membeli karena instruksi pemerintah," kata seorang penyuling terkemuka di India yang menambahkan, pembeli sekarang mengimpor dari Indonesia meskipun membayar harga lebih mahal.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×