Sumber: CNA | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Badan pengawas penerbangan sipil India mendenda Air India sebesar US$110.350 karena menerbangkan pesawat Airbus sebanyak delapan kali tanpa izin kelaikan udara, dengan mengatakan kelalaian tersebut semakin mengikis kepercayaan publik terhadap maskapai penerbangan terbesar kedua di negara itu, menurut sebuah perintah rahasia.
Sebuah Airbus A320 menerbangkan penumpang antara New Delhi, Bengaluru, Mumbai, dan Hyderabad dari 24 November hingga 25 November tanpa Sertifikat Tinjauan Kelaikan Udara (Airworthiness Review Certificate) yang wajib, izin penting yang dikeluarkan setiap tahun oleh regulator setelah pesawat lolos pemeriksaan keselamatan dan kepatuhan.
Investigasi internal Air India sendiri atas insiden tersebut, yang dilaporkan Reuters pada bulan Desember, menemukan kegagalan sistemik di maskapai tersebut, yang juga mengakui ada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan budaya kepatuhan di maskapai tersebut.
Baca Juga: Perundingan Damai Rusia–Ukraina Berlanjut di Jenewa Pekan Depan
Surat perintah penalti rahasia yang dikeluarkan oleh otoritas India pada 5 Februari kepada CEO Air India, Campbell Wilson, menyatakan bahwa insiden tersebut semakin mengikis kepercayaan publik dan berdampak buruk pada kepatuhan keselamatan organisasi.
"Manajer yang bertanggung jawab atas nama Air India dinyatakan bersalah atas kelalaian di atas," tulis direktur jenderal gabungan penerbangan sipil, Maneesh Kumar, dalam surat perintah tersebut, merujuk pada Wilson.
Air India tidak menanggapi pertanyaan Reuters.
Maskapai tersebut diminta untuk menyetor 10 juta rupee India, atau US$110.339, dalam waktu 30 hari.
Air India mengalami bencana terburuknya ketika sebuah Boeing Dreamliner jatuh beberapa saat setelah lepas landas pada Juni tahun lalu, menewaskan 260 orang.
Investigasi insiden Airbus oleh Air India juga menyalahkan pilot, dengan mengatakan bahwa mereka yang menerbangkan delapan penerbangan tersebut tidak mematuhi prosedur operasi standar sebelum lepas landas, seperti yang dilaporkan Reuters.
Air India, yang dimiliki oleh Tata Group India dan Singapore Airlines, juga telah menerima peringatan dari badan pengawas karena mengoperasikan pesawat tanpa memeriksa peralatan darurat serta pelanggaran audit lainnya.
Baca Juga: Persaingan Miliarder AS Memanas, SpaceX dan Blue Origin Berlomba ke Bulan













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)