kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

AS Bakal Masukkan Alibaba ke Daftar Perusahaan Terkait Militer China


Jumat, 13 Februari 2026 / 21:00 WIB
AS Bakal Masukkan Alibaba ke Daftar Perusahaan Terkait Militer China
ILUSTRASI. STAND ALIBABA-AI/ (REUTERS/Maxim Shemetov) Pemerintahan Trump diperkirakan akan menambahkan perusahaan, termasuk Alibaba, ke daftar perusahaan yang diduga membantu militer China.


Sumber: Reuters | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pemerintahan Trump diperkirakan akan menambahkan perusahaan, termasuk Alibaba, ke daftar perusahaan yang diduga membantu militer China paling cepat hari Jumat, kata dua orang yang mengetahui masalah tersebut.

Daftar 1260H Pentagon belum secara resmi memberlakukan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan China, tetapi berdasarkan undang-undang baru, departemen tersebut akan dicegah dalam beberapa tahun mendatang untuk melakukan kontrak dan pengadaan dari perusahaan-perusahaan dalam daftar tersebut.

Penambahan perusahaan-perusahaan tersebut ke dalam daftar juga mengirimkan pesan kepada pemasok Pentagon dan lembaga pemerintah AS lainnya tentang opini militer AS terhadap perusahaan-perusahaan tersebut, beberapa di antaranya telah menggugat AS atas dimasukkannya mereka dalam daftar.

Baca Juga: Perkuat Pertahanan Hadapi Rusia, Inggris Tingkatkan Belanja Rudal Jarak Jauh

Pembaruan daftar tersebut dapat memicu permusuhan dengan Beijing setelah gencatan senjata perdagangan yang dicapai oleh Xi Jinping dari Tiongkok dan Presiden AS Donald Trump pada bulan Oktober.

Daftar tersebut sudah mencakup perusahaan-perusahaan besar Tiongkok seperti Tencent Holdings, salah satu perusahaan teknologi terbesar di Tiongkok, dan CATL, produsen baterai utama di industri kendaraan listrik.

Para anggota parlemen AS mengirimkan surat kepada Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang mendesak Pentagon untuk menambahkan sejumlah perusahaan teknologi Tiongkok, termasuk perusahaan AI DeepSeek, produsen ponsel pintar Xiaomi, dan produsen layar elektronik BOE Technology, ke dalam daftar tersebut pada bulan Desember.

Baca Juga: Bessent: Komite Perbankan Senat Lanjutkan Sidang Konfirmasi Kevin Warsh


Tag


TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×