Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Australia mengamankan pasokan pupuk urea dari Indonesia untuk meredakan kekhawatiran kekurangan yang dapat mengganggu produksi pangan.
Pemerintah Australia, melansir laporan Reuters Jumat (17/4/2026), menyatakan bahwa sebuah perusahaan domestik akan mengimpor sekitar 250.000 ton pupuk urea dari Indonesia dalam beberapa bulan ke depan.
Baca Juga: G7 Desak Perdamaian Timur Tengah, Waspadai Dampak Ekonomi Perang
Langkah ini diambil di tengah terganggunya pasokan global akibat konflik di Timur Tengah, khususnya perang yang melibatkan Iran, salah satu produsen utama urea dunia.
Padahal, Australia merupakan salah satu eksportir besar komoditas pertanian seperti gandum, barley, dan canola.
Namun, negara tersebut sangat bergantung pada impor pupuk untuk mendukung produktivitas sektor pertaniannya.
Lonjakan harga pupuk pun tak terhindarkan. Sejak konflik pecah pada akhir Februari, harga urea di Australia dilaporkan melonjak sekitar 60%.
Kondisi ini membuat petani menghadapi dilema. Banyak yang mulai mempertimbangkan untuk mengurangi luas tanam guna menekan kebutuhan pupuk, yang kini mahal dan pasokannya terbatas.
Baca Juga: Menhan AS Hegseth Serang Media, Samakan Jurnalis Anti-Trump dengan Musuh Yesus
Di saat yang sama, kenaikan harga bahan bakar turut menambah tekanan biaya produksi.
Jika tren ini berlanjut, penurunan penggunaan pupuk maupun luas tanam berpotensi menekan produksi pertanian global dan mendorong kenaikan harga pangan.
Pemerintah Australia menyebutkan, stok pupuk saat ini hanya cukup untuk beberapa pekan ke depan.
Untuk memenuhi kebutuhan musim tanam musim dingin, negara tersebut membutuhkan sekitar 1,3 juta ton urea, sehingga tambahan impor 250.000 ton dari Indonesia mencakup sekitar 20% dari total kebutuhan tersebut.
Menteri Pertanian Australia Julie Collins menilai, langkah ini krusial untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan.
“Ini menjamin pasokan pupuk bagi petani Australia pada masa yang sangat penting,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberlanjutan produksi pertanian Australia juga berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan kawasan, termasuk bagi Indonesia yang menjadi salah satu pasar utama produk pangan Australia.
Baca Juga: Gencatan Senjata Israel-Lebanon Berlaku, Trump: AS-Iran Bertemu Akhir Pekan Ini
Perdana Menteri Anthony Albanese bersama sejumlah pejabat senior sebelumnya juga telah melakukan kunjungan ke kawasan Asia-Pasifik untuk mengamankan pasokan pupuk dan energi.
Impor pupuk ini akan dilakukan oleh Incitec Pivot, dengan pasokan berasal dari PT Pupuk Indonesia.
Presiden Incitec Pivot Scott Bowman menyatakan, tambahan volume pasokan untuk periode Mei hingga Desember ini menjadi langkah penting untuk memenuhi kebutuhan petani di tengah kondisi pasar yang menantang.













