kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Balas perlakuan China ke diplomatnya, Amerika memberlakukan peraturan ini


Kamis, 17 Oktober 2019 / 06:05 WIB

Balas perlakuan China ke diplomatnya, Amerika memberlakukan peraturan ini
ILUSTRASI. Illustration: US flag REUTERS/Christian Hartmann TPX IMAGES OF THE DAY

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Pejabat senior Departemen Luar Negeri AS mengatakan, saat ini, diplomat China di Amerika Serikat harus memberikan pemberitahuan sebelumnya tentang pertemuan mereka dengan pejabat negara bagian, lokal dan kota, serta di lembaga pendidikan dan penelitian.

Pejabat itu mengatakan kepada wartawan bahwa langkah itu merupakan upaya untuk "membalas" bagaimana China memperlakukan para diplomat AS di negaranya.

Menurut mereka, kebijakan ini sudah berlaku selama beberapa waktu dan tidak secara langsung terkait dengan hubungan lain antara AS-China, yang semakin tegang akibat perang dagang di bawah pimpinan Presiden Donald Trump.

Baca Juga: Ketegangan perang dagang berlanjut, pemerintah susun strategi penguatan ekspor

"Tindakan ini merupakan respons terhadap apa yang dilakukan pemerintah RRC (Republik Rakyat Tiongkok) untuk membatasi interaksi yang bisa dilakukan diplomat kita di China dengan para pemangku kepentingan China," kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri.

Reuters memberitakan, para diplomat Amerika di China tidak hanya harus memberi tahu pemerintah di sana tentang pertemuan yang rencananya akan diadakan dengan para pejabat China, melainkan mereka harus mendapatkan izin terlebih dahulu.

Baca Juga: Diam-diam, AS lancarkan serangan siber terhadap Iran

"Apa yang kami coba capai di sini adalah ... lebih dekat dengan situasi timbal balik, semoga dengan efek akhir yang diinginkan agar pemerintah Tiongkok memberikan akses yang lebih besar ke diplomat kami di China," kata pejabat itu.

Sumber Reuters yang tidak mau namanya disebut tidak membahas konsekuensi bagi pejabat China mana pun yang tidak mematuhi persyaratan baru itu. Peraturan itu mulai berlaku pada hari Rabu (16/10) kemarin.

 


Sumber : Reuters
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Video Pilihan


Close [X]
×