kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Bangkit dari narkoba, meraih sukses menjadi miliarder (1)


Jumat, 17 Mei 2019 / 14:46 WIB


Reporter: Maizal Walfajri, Maizal Walfajri | Editor: Tri Adi

Kini lewat Ivanhoe Mines, pria kelahiran 18 Agustus 1950 ini tercatat sebagai orang nomor kaya ke-31 di Singapura. Majalah Forbes mencatatkan kekayaan bersihnya US$ 1 miliar per Maret 2019.

Tak heran, perusahaan ini berdiri tahun 1994 dan kemudian terdaftar di Bursa Efek Toronto pada tahun 1996. Ia memimpin dan secara aktif berpartisipasi sebagai anggota dewan di lebih dari 8 perusahaan lain.

Kecerdasan Friedland dalam mengembangkan bisnis pertambangan semakin teruji. Berkat kepiawaiannya, ia mampu menemukan sumber tambang di Mongolia yang tepat berada di Turquoise Hill atau Oyu Tolgoi yang berada dekat dengan China. Lewat tambang ini, Perusahaan ini mampu menjadi produsen tembaga terbesar di dunia dengan kapasitas produksi lebih 2,5 juta ton per tahun.

Selain itu, melalui perusahaan induk swasta, Ivanhoe Capital Corporation, Friedland aktif menanamkan modal di negara berkembang. Misalnya, ia memiliki 32% saham di Ivanhoe Energy yang terdaftar di Nasdaq senilai US$ 210 juta.

Ivanhoe Energy, dijalankan oleh mantan eksekutif Occidental Petroleum, memproduksi minyak dan gas di tempat-tempat seperti Cina dan California. Friedland juga memiliki saham 50% perusahaan tambang Mineral Afrika yang fokus mencari platinum.

Friedland juga mengembangkan bisnisnya ke benua kangguru. Dia memiliki 12,7% saham di CleanTeQ Holdings yang terdaftar di Australia, yang memasok kobalt dan nikel ke produsen baterai lithium-ion.

Perusahaan yang berbasis di New South Wales, Australia ini memiliki proyek nikel kobalt dengan kapitalisasi hampir US$ 1 miliar. Bisnisnya masih terus berjalan hingga kini.

(Bersambung)




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×