kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45987,90   -2,03   -0.21%
  • EMAS1.142.000 0,35%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bangun Pabrik Chip, Intel Corp Incar Subsidi dari Pemerintah Jerman US$ 5,28 Miliar


Rabu, 08 Maret 2023 / 12:50 WIB
Bangun Pabrik Chip, Intel Corp Incar Subsidi dari Pemerintah Jerman US$ 5,28 Miliar
Bangun Pabrik Chip, Intel Corp Incar Subsidi dari Pemerintah Jerman US$ 5,28 Miliar


Reporter: Diki Mardiansyah | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  CALIFORNIA. Perusahaan teknologi multinasional, Intel Corporation, sedang mencari tambahan subsidi sebesar 4 miliar hingga 5 miliar euro (US$ 5,28 miliar) dari pemerintah Jerman untuk membangun kompleks manufaktur chip di negara tersebut. 

Bloomberg News melaporkan pada Rabu (8/3) bahwa pada tahun lalu, Intel telah menunda pembangunan pabrik di Magdeburg karena adanya hambatan ekonomi.

Intel mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa peningkatan biaya akibat gangguan ekonomi global, namun pihaknya tetap berkomitmen pada proyek tersebut. 

Baca Juga: Kemenperin Percepat Bangun Ekosistem Industri Semikonduktor

Pada bulan Maret 2022, Intel memilih Jerman sebagai lokasi untuk kompleks pembuatan chip baru yang sangat besar, sebagai bagian dari upaya investasi senilai US$ 88 miliar di seluruh Eropa. 

Investasi ini mencakup peningkatan pabrik yang ada di Irlandia, mendirikan fasilitas desain dan penelitian di Prancis, serta lokasi pengemasan dan perakitan di Italia.

Total pengeluaran awal proyek ini diperkirakan mencapai 33 miliar euro, termasuk 17 miliar euro di Jerman. Namun, menurut Bloomberg News, Intel kini memperkirakan akan menghabiskan 30 miliar euro untuk proyeknya di Jerman.

Baca Juga: Intel Memenangkan Banding Atas Denda yang Dijatuhkan Uni Eropa 12 Tahun Lalu

Intel berharap sekitar 40% dari proyeknya di Jerman akan disubsidi, di bawah Chips Act Uni Eropa, tetapi juga terbuka untuk sumber-sumber bantuan pemerintah lainnya seperti keringanan pajak atau subsidi energi. 

Sementara itu, ekspansi di Irlandia dan Prancis sebagian besar tetap berjalan sesuai rencana.




TERBARU

[X]
×