Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Kinerja perdagangan Korea Selatan masih menunjukkan daya tahan pada Februari 2026. Ekspor Negeri Ginseng ini tumbuh 29% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi US$ 67,45 miliar, memperpanjang tren kenaikan menjadi sembilan bulan berturut-turut.
Capaian tersebut melampaui proyeksi ekonom dalam jajak pendapat Reuters yang memperkirakan kenaikan 24%. Namun di balik lonjakan itu, ketergantungan pada sektor semikonduktor kian terlihat dominan.
Mengutip Reuters (1/3), Kementerian Perdagangan setempat mencatat ekspor semikonduktor melonjak 160,9% yoy dan kembali mencetak rekor bulanan tertinggi sepanjang sejarah. Nilainya bahkan melampaui US$ 20 miliar selama tiga bulan berturut-turut, didorong permintaan kuat dari investasi kecerdasan buatan (AI) dan kenaikan harga memori.
Sebagai ekonomi terbesar keempat di Asia dan barometer perdagangan global, struktur ekspor Korea Selatan kerap menjadi indikator awal arah permintaan dunia. Lonjakan tajam pada cip menunjukkan siklus industri teknologi masih berada dalam fase ekspansi.
Kendati demikian, risiko eksternal belum sepenuhnya reda. Ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) membayangi prospek ekspor ke depan, terutama jika tensi dagang kembali meningkat.
Di sisi lain, impor hanya tumbuh 7,5% yoy, lebih rendah dari estimasi 13%. Dengan demikian, neraca perdagangan sementara mencatat surplus US$ 15,51 miliar pada Februari.
Ke depan, tantangan utama Korea Selatan adalah menjaga momentum ekspor di tengah potensi perlambatan global, sembari mengurangi ketergantungan berlebihan pada satu komoditas andalan.













