kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

SoftBank Bidik US$14 Miliar dari IPO PayPay di AS


Minggu, 01 Maret 2026 / 18:10 WIB
SoftBank Bidik US$14 Miliar dari IPO PayPay di AS


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Aksi korporasi besar tengah disiapkan raksasa teknologi Jepang, SoftBank Group. Melalui unit pembayaran digitalnya PayPay, SoftBank membidik penawaran umum perdana saham (IPO) di Amerika Serikat dengan target valuasi hingga US$ 14 miliar.

Mengutip laporan Reuters (28/2), sejumlah investor global disebut bersiap masuk sebagai investor jangkar. Mereka antara lain Qatar Holdings lengan investasi dari Qatar Investment Authority, serta Visa dan Abu Dhabi Investment Authority (ADIA). Nilai komitmen awal yang dibahas dilaporkan melampaui US$ 200 juta.

PayPay dikabarkan menargetkan melantai di Nasdaq bulan depan. Jika terealisasi sesuai rencana, IPO ini berpotensi menjadi salah satu pencatatan terbesar perusahaan Jepang di bursa AS dalam beberapa tahun terakhir.

Kendati demikian, sumber Reuters menegaskan belum ada komitmen final. Besaran investasi jangkar, struktur transaksi, hingga valuasi masih dalam tahap negosiasi dan dapat berubah. Artinya, optimisme pasar tetap dibayangi ketidakpastian, terutama di tengah dinamika suku bunga global dan volatilitas pasar saham AS.

Baca Juga: Indeks Nikkei Merosot Dipicu Pelemahan Saham SoftBank, Momentum Pasca Pemilu Memudar

Bagi SoftBank, IPO PayPay bukan sekadar ekspansi bisnis digital, melainkan bagian dari strategi penguatan likuiditas. Grup yang dipimpin Masayoshi Son ini tengah agresif menggelontorkan dana ke sektor kecerdasan buatan (AI). SoftBank telah berkomitmen menginvestasikan US$ 30 miliar ke OpenAI, di luar investasi sekitar US$ 41 miliar yang sebelumnya diselesaikan untuk mengantongi sekitar 11% saham perusahaan tersebut.

Untuk menopang kebutuhan dana, SoftBank telah melepas sejumlah aset bernilai jumbo, termasuk kepemilikan saham di Nvidia dan T-Mobile US. Dengan demikian, listing PayPay bisa menjadi sumber amunisi baru guna membiayai ekspansi AI yang sarat risiko sekaligus berpotensi imbal hasil tinggi.

Langkah ini juga akan menjadi pencatatan bisnis mayoritas SoftBank di AS sejak Arm Holdings. Pasar kini menanti apakah IPO PayPay mampu menarik minat investor global di tengah selektivitas terhadap saham teknologi dan fintech yang valuasinya dinilai sudah cukup premium.

Jika berhasil, SoftBank bukan hanya mengunci tambahan dana segar, tetapi juga menguji kembali selera pasar terhadap aset teknologi Asia di bursa Amerika.

Baca Juga: SoftBank Jajaki Tambahan Investasi Hingga US$30 Miliar ke OpenAI


Tag


TERBARU

[X]
×