kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Banjir Malaysia Memaksa Puluhan Ribu Orang Mengungsi


Rabu, 21 Desember 2022 / 16:30 WIB
ILUSTRASI. Kota-kota Malaysia tergenang air berlumpur setelah hujan lebat. REUTERS/Rozanna Latiff


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Kota-kota Malaysia tergenang air berlumpur setelah hujan lebat, rekaman yang dibagikan di media sosial dan diverifikasi oleh Reuters menunjukkan pada Rabu, memaksa lebih dari 72.000 orang mengungsi karena hujan dan banjir.

Setidaknya dua orang tewas saat banjir melanda lima negara bagian minggu ini, dan pihak berwenang telah mendirikan ratusan tempat penampungan bantuan karena jumlah orang yang mengungsi bertambah.

Video di media sosial menunjukkan air coklat mengalir ke ladang dan jalan, menenggelamkan mobil dan menyebabkan sungai meluap. Responden darurat terlihat mengarungi air setinggi pinggang untuk menyelamatkan korban.

Baca Juga: Kalah di Pemilu Malaysia, Mahathir Mohamad Mundur Sebagai Ketua Partai Pejuang

Departemen Pengairan dan Drainase (DID) telah memperingatkan lebih banyak banjir di hari-hari mendatang karena musim hujan, yang berlangsung dari Oktober hingga Maret. Pihak berwenang mendesak warga untuk mengungsi jika memungkinkan.

Para ahli mengatakan urbanisasi yang cepat dan konversi hutan menjadi pemukiman dan pertanian industri bahkan membuat daerah pedalaman, termasuk ibu kota Kuala Lumpur, semakin rentan terhadap banjir ekstrem karena badai hujan meningkat akibat perubahan iklim.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×