kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.576.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Ancaman Iran: 750 Kapal, Termasuk 100 Kontainer, Terjebak di Sekitar Selat Hormuz


Selasa, 03 Maret 2026 / 04:20 WIB
Ancaman Iran: 750 Kapal, Termasuk 100 Kontainer, Terjebak di Sekitar Selat Hormuz
ILUSTRASI. Sekitar 750 kapal, termasuk 100 kontainer, terjebak di Selat Hormuz setelah serangan AS dan Israel ke Iran. (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Sekitar 100 kapal kontainer termasuk dalam sekitar 750 kapal yang terjebak antre di sekitar Selat Hormuz setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Hal ini disampaikan oleh CEO perusahaan pelayaran kontainer Jeremy Nixon dari Ocean Network Express (ONE) pada Senin.

“Sekitar 10% dari armada kapal kontainer global saat ini terdampak situasi ini,” kata Nixon dalam konferensi industri pelayaran kontainer di Long Beach, California.

Seperti dikutip Reuters, masalah ini dipicu setelah perusahaan asuransi maritim menghentikan perlindungan pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur strategis yang berada di antara Iran dan Oman. Selat ini sangat penting karena menjadi rute bagi sekitar seperlima konsumsi minyak dunia, serta pengiriman gas dalam jumlah besar.

Penghentian pelayaran terjadi setelah Iran membalas serangan Amerika Serikat dan Israel. Komandan Islamic Revolutionary Guard Corps bahkan menyatakan di televisi pemerintah Iran bahwa setiap kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz akan dibakar.

Baca Juga: Dampak Perang Iran: Ini Skenario Ringan dan Skenario Terburuk Bagi Ekonomi Global

Akibat situasi tersebut, Nixon memperingatkan bahwa muatan barang global berpotensi menumpuk di pusat-pusat logistik dan pelabuhan utama di Eropa serta Asia.

Selain itu, ONE dan sejumlah perusahaan pelayaran besar lain, termasuk pemimpin industri Mediterranean Shipping Company (MSC), telah menghentikan sementara pemesanan pengiriman kargo ke Timur Tengah.

Sebagai informasi, Ocean Network Express (ONE) merupakan perusahaan pelayaran yang dibentuk melalui kerja sama tiga perusahaan pelayaran Jepang, yaitu Nippon Yusen Kaisha, Mitsui O.S.K. Lines, dan Kawasaki Kisen Kaisha (K Line). Nixon sendiri dijadwalkan mundur dari posisi CEO ONE pada 1 Juli mendatang.

Tonton: Eropa Turun Tangan! 3 Negara Besar Siap Bela Teluk dari Iran


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×