kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.120   -5,00   -0,03%
  • IDX 6.075   36,77   0,61%
  • KOMPAS100 793   4,42   0,56%
  • LQ45 601   -0,89   -0,15%
  • ISSI 210   3,13   1,51%
  • IDX30 340   -0,74   -0,22%
  • IDXHIDIV20 422   -1,12   -0,26%
  • IDX80 90   0,38   0,43%
  • IDXV30 115   0,54   0,47%
  • IDXQ30 109   -0,16   -0,15%

Ancaman Iran: 750 Kapal, Termasuk 100 Kontainer, Terjebak di Sekitar Selat Hormuz


Selasa, 03 Maret 2026 / 04:20 WIB
Ancaman Iran: 750 Kapal, Termasuk 100 Kontainer, Terjebak di Sekitar Selat Hormuz
ILUSTRASI. Sekitar 750 kapal, termasuk 100 kontainer, terjebak di Selat Hormuz setelah serangan AS dan Israel ke Iran. (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Sekitar 100 kapal kontainer termasuk dalam sekitar 750 kapal yang terjebak antre di sekitar Selat Hormuz setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Hal ini disampaikan oleh CEO perusahaan pelayaran kontainer Jeremy Nixon dari Ocean Network Express (ONE) pada Senin.

“Sekitar 10% dari armada kapal kontainer global saat ini terdampak situasi ini,” kata Nixon dalam konferensi industri pelayaran kontainer di Long Beach, California.

Seperti dikutip Reuters, masalah ini dipicu setelah perusahaan asuransi maritim menghentikan perlindungan pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur strategis yang berada di antara Iran dan Oman. Selat ini sangat penting karena menjadi rute bagi sekitar seperlima konsumsi minyak dunia, serta pengiriman gas dalam jumlah besar.

Penghentian pelayaran terjadi setelah Iran membalas serangan Amerika Serikat dan Israel. Komandan Islamic Revolutionary Guard Corps bahkan menyatakan di televisi pemerintah Iran bahwa setiap kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz akan dibakar.

Baca Juga: Dampak Perang Iran: Ini Skenario Ringan dan Skenario Terburuk Bagi Ekonomi Global

Akibat situasi tersebut, Nixon memperingatkan bahwa muatan barang global berpotensi menumpuk di pusat-pusat logistik dan pelabuhan utama di Eropa serta Asia.

Selain itu, ONE dan sejumlah perusahaan pelayaran besar lain, termasuk pemimpin industri Mediterranean Shipping Company (MSC), telah menghentikan sementara pemesanan pengiriman kargo ke Timur Tengah.

Sebagai informasi, Ocean Network Express (ONE) merupakan perusahaan pelayaran yang dibentuk melalui kerja sama tiga perusahaan pelayaran Jepang, yaitu Nippon Yusen Kaisha, Mitsui O.S.K. Lines, dan Kawasaki Kisen Kaisha (K Line). Nixon sendiri dijadwalkan mundur dari posisi CEO ONE pada 1 Juli mendatang.

Tonton: Eropa Turun Tangan! 3 Negara Besar Siap Bela Teluk dari Iran


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×