kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.633.000   -8.000   -0,30%
  • USD/IDR 18.109   79,00   0,44%
  • IDX 5.891   17,86   0,30%
  • KOMPAS100 766   2,53   0,33%
  • LQ45 584   1,00   0,17%
  • ISSI 203   0,78   0,39%
  • IDX30 330   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 408   -1,98   -0,48%
  • IDX80 87   0,38   0,43%
  • IDXV30 111   -0,28   -0,26%
  • IDXQ30 106   -0,50   -0,47%

Bank Dunia: ekonomi global masih melambat di 2013


Kamis, 13 Juni 2013 / 13:07 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung berjalan di Skywalk Senayan Park, Jakarta, Senin (27/12/2021). Cuaca besok di Jabodetabek cerah hingga hujan petir, menurut ramalan BMKG. ANTARA FOTO/Fauzan.


Sumber: Reuters | Editor: Dikky Setiawan

WASHINGTON. Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global. Bank yang bermarkas di Washington D.C, Amerika Serikat itu, mengatakan, bahwa pertumbuhan ekonomi global di tahun ini lebih lambat dibandingkan tahun lalu.

Pernyataan Bank Dunia itu didasari oleh resesi ekonomi di Eropa yang semakin dalam akibat melambatnya permintaan di beberapa pasar di negara berkembang (emerging market).

Dalam laporan Prospek Ekonomi Global yang diterbitkan setahun dua kali ini, Bank Dunia mengingatkan bahwa negara besar berkembang, yang telah mendorong pertumbuhan global dalam beberapa tahun terakhir, tidak akan mengalami booming yang sama dengan sebelum terjadinya krisis keuangan global.

Sebab, negara-negara emerging market masih harus fokus pada reformasi struktural untuk terus berkembang.

Bank Dunia memperkirakan, produk domestik bruto (PDB) dunia akan tumbuh 2,2% tahun ini, sedikit di bawah pertumbuhan tahun lalu sebesar 2,3%. Pada proyeksi terakhir Januari lalu, Bank Dunia memperkirakan ekonomi dunia akan berkembang 2,4% di tahun ini.

Andrew Burns, Direktur Bank Dunia, mengatakan, ekonomi global akan kurang stabil di masa mendatang, namun pertumbuhan tetap berjalan melambat. Bank Dunia memperkirakan ekonomi global akan tumbuh setelah melalui tahun ini menjadi 3% pada 2014, dan 3,3% pada tahun 2015 mendatang.

"Pertumbuhan bukan melambat karena permintaan tidak memadai, melainkan dalam pandangan kami, telah terjadi pertumbuhan yang sangat kuat dalam periode pra krisis karena adanya fenomena bubble," kata Burns dalam laporannya.

Dia menambahkan, "Apa yang kita lihat sekarang lebih sesuai dengan potensi pertumbuhan dasar. Oleh karena itu, kondisi ini akan bergerak menuju normal baru pasca krisis," katanya.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×