kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Bank Dunia Siap Terbitkan Obligasi Blockchain Pertama di Dunia


Jumat, 10 Agustus 2018 / 17:40 WIB
Bank Dunia Siap Terbitkan Obligasi Blockchain Pertama di Dunia
ILUSTRASI. ilustrasi blockchain

Reporter: Ferrika Sari | Editor: Agung Jatmiko

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Commonwealth Bank of Australia (CBA) mendapatkan mandat dari Bank Dunia untuk menerbitkan obligasi pertama yang akan dibuat dan dijalankan menggunakan teknologi blockchain. Tujuannya adalah untuk memudahkan peningkatan modal dan proses perdagangan.

Reuters melaporkan Jumat (10/8), bahwa Bank Dunia dan CBA berminat terhadap instrumen surat utang berteknologi blockchain ini. Instrumen ini dinamai Bond-I, yang terinsiprasi dari pantai ikonik di Australia yaitu Bondi.

Sayangnya, belum ada informasi jelas terkait jumlah atau waktu penerbitan obligasi pertama di dunia ini, yang menggunakan teknologi blockchain ini. Tetapi kedua belah pihak, sepakat akan meluncurkan surat utang itu, setelah berkonsultasi dengan lebih banyak investor.

Obligasi blockchain ini akan menggunakan teknologi pencatatan yang tersebar di jaringan, seperti yang telah digunakan mata utang Bitcoin. Pencatatan ini akan membantu pendataan terkait peningkatan jumlah modal dan perdagangan, kemudian menjadi alat pengawas bagi regulator.

Selama ini Bank Dunia telah mengeluarkan kocek sebesar US$ 50 miliar - US$ 60 miliar per tahun, untuk menerbitkan obligasi yang bisa mendukung pembangunan di negara-negara berkembang.

Maka dari itu, Direktur Informasi Bank Dunia Denis Robitaille, berharap kehadiran obligasi rintisan ini menjadi upaya dari Bank Dunia kepada negara-negara klien akan adanya peluang dan risiko yang ditawarkan dari inovasi teknologi. Inovasi yang membantu menciptakan pasar baru, baik dari produk dan layanan yang berbeda dari pasar yang lama.

Sementara itu, CBA telah menemukan solusi terkait skema teknis dan regulasi, yang membuat transaksi obligasi ini bisa berjalan lancar.

Ide penggunaan obligasi blockchain ini bermula ketika CBA bertemu pihak Australia Securities Exchange. Keduanya sepakat untuk menggunakan teknologi Blockchain untuk menyelesaikan perdagangan ekuitas, yang tujuannya untuk memangkas biaya yang ada. Program ini direncanakan terealisasi pada tahun 2020.




TERBARU

Close [X]
×