Bank Dunia Siapkan US$1,49 Miliar untuk Membayar Gaji Pekerja Pemerintahan Ukraina

Rabu, 08 Juni 2022 | 10:01 WIB Sumber: Reuters
Bank Dunia Siapkan US$1,49 Miliar untuk Membayar Gaji Pekerja Pemerintahan Ukraina

ILUSTRASI. Suasana desa Moshchun yang hancur, di tengah invasi Rusia, Kyiv, Ukraina, Kamis (19/5/2022). REUTERS/Leonardo Benassatto


KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Dewan eksekutif Bank Dunia telah menyetujui tambahan US$1,49 miliar ke dalam paket bantuan ekonomi ke Ukraina. Dilansir dari Reuters, dana tersebut akan digunakan untuk membantu membayar gaji pekerja pemerintahan hingga pekerja sosial.

Dalam pernyataannya hari Selasa (7/6), Bank Dunia mengatakan bahwa pendanaan terbaru didukung oleh jaminan pembiayaan dari Inggris, Belanda, Lithuania dan Latvia.

Program tersebut juga didukung oleh pembiayaan paralel dari Italia dan kontribusi dari Dana Perwalian Multi-Donor yang baru.

Baca Juga: World Bank Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global Jadi 2,9%, Ingatkan Stagflasi

Sebelum ini pemerintah Ukraina telah mengatakan bahwa pihaknya membutuhkan setidaknya US$5 miliar per bulan untuk membiayai operasional pemerintahan. Invasi Rusia yang dimulai Februari lalu praktis melumpuhkan sebagian besar ekonomi Ukraina.

Merespons permintaan tersebut, para menteri keuangan negara G7 bulan lalu menjanjikan US$9,5 miliar dalam kerangka paket bantuan baru. Jumlah itu menambah dukungan non-militer mereka menjadi hampir US$20 miliar.

Baca Juga: Zelenskyy: Inggris Sediakan Senjata yang Ukraina Butuhkan untuk Perang dengan Rusia

Bank Dunia juga telah bekerja dengan negara-negara donor untuk memanfaatkan beragam program pembiayaannya untuk mendukung perawatan kesehatan, pendidikan, layanan sosial, pasokan listrik dan air, serta perbaikan jalan.

Direktur Bank Dunia regional Eropa Timur, Arup Banerji, mengatakan bahwa dana bantuan sangat penting diberikan untuk menahan kehancuran Ukraina yang mungkin masih akan bertambah buruk.

"Layanan inti penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dalam kondisi kehidupan dan kemiskinan di Ukraina di luar penderitaan yang ditimbulkan karena perang," ungkap Banerji,

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru