Sumber: Finbold News | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – NEW YORK. Raksasa perbankan asal Amerika Serikat, Goldman Sachs, mengungkapkan eksposur signifikan terhadap pasar aset kripto dengan nilai investasi lebih dari US$ 2 miliar. Informasi tersebut tercantum dalam laporan terbaru Form 13F untuk kuartal IV-2025.
Dalam dokumen yang dilaporkan per 31 Desember 2025 itu, Goldman Sachs mencatat kepemilikan investasi terkait kripto senilai US$ 2,36 miliar. Nilai tersebut setara dengan sekitar 0,33% dari total portofolio ekuitas bank investasi tersebut.
Investasi Melalui ETF Kripto Spot
Menariknya, seluruh eksposur kripto Goldman Sachs dilakukan melalui instrumen exchange-traded funds (ETF) spot yang telah teregulasi, bukan melalui kepemilikan langsung aset digital seperti Bitcoin atau Ethereum.
Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) menjadi kontributor terbesar dalam alokasi investasi tersebut. ETF berbasis Bitcoin menyumbang sekitar US$ 1,1 miliar, dengan porsi terbesar melalui iShares Bitcoin Trust milik BlackRock, serta tambahan eksposur dari penerbit ETF lainnya.
Baca Juga: Goldman Sachs & Macquarie Naikkan Proyeksi Harga Nikel 2026, Pasokan RI Kian Ketat
Sementara itu, ETF berbasis Ethereum mencatatkan nilai investasi sekitar US$ 1,0 miliar.
Selain dua aset kripto utama tersebut, Goldman Sachs juga memiliki alokasi lebih kecil pada kripto alternatif. ETF terkait XRP tercatat senilai sekitar US$ 153 juta, sedangkan dana berbasis Solana (SOL) mencapai sekitar US$ 108 juta.
Langkah ini menegaskan meningkatnya adopsi instrumen kripto oleh institusi keuangan besar melalui jalur investasi yang lebih terstruktur dan berada di bawah pengawasan regulator.
Dampak Volatilitas Pasar Kripto
Meski laporan tersebut mencerminkan posisi per akhir 2025, dinamika pasar setelah periode pelaporan kemungkinan telah memengaruhi nilai portofolio tersebut.
Harga Bitcoin sempat mengalami koreksi tajam setelah pergantian tahun. Aset kripto terbesar di dunia itu sempat kehilangan level support US$ 90.000 dan anjlok hingga menyentuh kisaran US$ 61.000. Koreksi tersebut berpotensi menekan nilai eksposur tidak langsung Goldman Sachs terhadap Bitcoin dan ETF kripto secara keseluruhan.
Volatilitas tinggi memang menjadi karakteristik utama pasar kripto, sehingga nilai portofolio institusi yang terpapar aset digital dapat berubah signifikan dalam waktu singkat.
Keuntungan dan Risiko Investasi Lewat ETF Kripto
Dengan berinvestasi melalui ETF, Goldman Sachs dapat menghindari kompleksitas operasional dari kepemilikan langsung aset kripto, seperti kebutuhan infrastruktur kustodi, keamanan siber, serta kepatuhan terhadap regulasi blockchain.
Eksposur melalui ETF juga memungkinkan pengelolaan posisi investasi dilakukan dalam sistem perdagangan dan manajemen risiko yang sudah ada di institusi tersebut.
Namun demikian, pendekatan ini bukan tanpa konsekuensi. ETF kripto spot mengenakan biaya manajemen yang dapat mencapai jutaan dolar AS per tahun untuk alokasi bernilai miliaran dolar.
Baca Juga: 7 Pimpinan Baru Goldman Sachs, Semua dari Divisi Ini? Ada Apa?
Selain itu, pergerakan harga saham ETF tidak selalu mencerminkan secara sempurna harga aset dasar (underlying asset), terutama pada periode volatilitas tinggi.
Investor tidak langsung juga tidak memperoleh manfaat tambahan yang biasanya tersedia bagi pemegang token secara langsung, seperti imbal hasil staking dan insentif berbasis blockchain lainnya.
Sinyal Kuat Partisipasi Institusional
Eksposur senilai US$ 2,36 miliar dari Goldman Sachs menjadi sinyal kuat bahwa partisipasi institusional di pasar kripto terus berkembang, khususnya melalui produk ETF spot yang telah mendapatkan persetujuan regulator.
Meski porsinya masih relatif kecil dibandingkan total portofolio ekuitas perusahaan, langkah ini mencerminkan strategi diversifikasi aset dan pengakuan terhadap peran kripto sebagai bagian dari ekosistem keuangan global yang semakin matang.













