kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.946.000   102.000   3,59%
  • USD/IDR 16.792   7,00   0,04%
  • IDX 8.068   -54,86   -0,68%
  • KOMPAS100 1.133   -4,47   -0,39%
  • LQ45 823   -0,71   -0,09%
  • ISSI 285   -4,25   -1,47%
  • IDX30 429   -0,68   -0,16%
  • IDXHIDIV20 514   -0,40   -0,08%
  • IDX80 126   -0,28   -0,22%
  • IDXV30 141   -0,14   -0,10%
  • IDXQ30 139   -0,58   -0,42%

Goldman Sachs & Macquarie Naikkan Proyeksi Harga Nikel 2026, Pasokan RI Kian Ketat


Rabu, 04 Februari 2026 / 09:53 WIB
Goldman Sachs & Macquarie Naikkan Proyeksi Harga Nikel 2026, Pasokan RI Kian Ketat
ILUSTRASI. Pemangkasan produksi nikel 2026 (ANTARA FOTO/Andry Denisah)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Goldman Sachs dan Macquarie pada Selasa (3/2/2026) menaikkan proyeksi rata-rata harga nikel tahun 2026, menyusul sinyal dari Indonesia yang berencana menahan laju produksi sehingga memperketat pasokan bijih nikel global.

Kenaikan harga nikel mulai terlihat sejak pertengahan Desember, setelah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia, Bahlil Lahadalia menyatakan komitmen pemerintah untuk memangkas produksi.

Indonesia akan menurunkan kuota izin usaha pertambangan (RKAB) tahun ini menjadi sekitar 250 juta–260 juta ton basah bijih nikel, dari sekitar 379 juta ton pada 2025.

Baca Juga: Saham Nintendo Anjlok 10% Meski Penjualan Switch 2 Solid, Ada Apa?

Hal tersebut dikonfirmasi oleh pejabat Kementerian ESDM pada 14 Januari.

Indonesia merupakan produsen nikel terbesar di dunia, logam yang menjadi bahan baku penting untuk industri baterai kendaraan listrik.

Goldman Sachs menaikkan, proyeksi rata-rata harga nikel 2026 menjadi US$17.200 per ton, dari sebelumnya US$14.800 per ton.

Bank investasi tersebut menilai penurunan pasokan bijih Indonesia hingga sekitar 260 juta ton akan menopang harga.

Goldman memperkirakan harga nikel dapat mencapai sekitar US$18.700 per ton pada kuartal II-2026, seiring semakin ketatnya ketersediaan bijih.

Namun, pada paruh kedua tahun tersebut, pasokan diperkirakan kembali meningkat setelah adanya persetujuan tambahan, yang dapat mendorong produksi mendekati 300 juta ton.

Baca Juga: Bursa Asia Berfluktuasi Rabu (4/2) Pagi, Harga Minyak Naik dan Emas Bangkit Kembali

Kondisi itu diperkirakan akan mengembalikan pasar nikel olahan ke surplus sekitar 191.000 ton, sehingga menekan harga turun mendekati level biaya produksi, sekitar US$15.500 per ton pada akhir 2026.

Sementara itu, Macquarie juga merevisi naik proyeksinya dengan menaikkan perkiraan harga rata-rata nikel LME 2026 menjadi US$17.750 per ton, dari sebelumnya US$15.000 per ton.

Macquarie menilai kebijakan pengetatan pasokan Indonesia akan memangkas surplus pasar nikel global menjadi sekitar 90.000 ton, jauh lebih kecil dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 250.000 ton.

Bank tersebut juga berasumsi pemerintah Indonesia akan menyempurnakan kebijakan kuota tambang (RKAB) untuk menjaga harga nikel di kisaran US$18.000 per ton.

Pada perdagangan Selasa, harga nikel di London Metal Exchange (LME) ditutup di sekitar US$17.447 per ton.

Selanjutnya: Saham Nintendo Anjlok 10% Meski Penjualan Switch 2 Solid, Ada Apa?

Menarik Dibaca: Akun Instagram Terblokir? Waspadai Batasan Like dan Komentar Ini!




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×