kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45974,33   -17,61   -1.78%
  • EMAS984.000 -0,40%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Bank of Amerika peringatkan 2 risiko besar bagi market untuk tahun 2022


Senin, 06 Desember 2021 / 06:51 WIB
Bank of Amerika peringatkan 2 risiko besar bagi market untuk tahun 2022
ILUSTRASI. Bank of America (BAC) baru memperingatkan, market harus waspada terhadap inflasi yang tinggi dan potensi penyebaran varian COVID baru pada tahun 2022. REUTERS/Reinhard Krause


Sumber: Yahoo Finance | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Sebuah laporan Bank of America (BAC) baru memperingatkan, market harus waspada terhadap inflasi yang tinggi dan potensi penyebaran varian COVID baru pada tahun 2022.

“Gelombang COVID di masa depan adalah risiko penurunan terbesar. Positifnya, sisi penawaran mengalami kenaikan untuk memenuhi kenaikan permintaan," catat laporan itu seperti yang dilansir dari Yahoo Finance.

Ditulis oleh beberapa ekonom Bank of America Global Research, laporan ini terutama berfokus pada berbagai ancaman terhadap ekonomi global pada tahun 2022 dan seterusnya.

Di antara risiko ekonomi ini adalah tingkat inflasi yang tinggi, penyebaran varian seperti strain Omicron baru-baru ini, perubahan iklim, dan kendala pasokan.

Melansir Yahoo Finance, munculnya varian Omicron pada bulan November meninggalkan jejaknya di pasar pada akhir bulan lalu, di mana Dow Jones telah jatuh lebih dari 1500 poin seminggu setelah Thanksgiving.

Baca Juga: Waspada, varian Omicron mengancam prospek pertumbuhan ekonomi global

Awal bulan ini, kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Soumya Swaminathan berbicara di Reuters NEXT Conference di mana dia menekankan transmisibilitas varian yang tinggi dan mencatat bahwa suatu hari nanti bisa menjadi strain COVID yang dominan di seluruh dunia.

Laporan tersebut menemukan bahwa stimulus fiskal yang belum pernah terjadi sebelumnya yang diberlakukan oleh pemerintah federal untuk melawan masalah ekonomi terkait COVID harus memastikan bahwa AS akan melanjutkan perannya sebagai mesin pertumbuhan global, sementara China akan melambat.

Hubungan China-AS juga menjadi perhatian bagi ekonomi global, tulis para penulis dalam laporan tersebut. “Ada juga ketidakpastian yang cukup besar tentang bagaimana hubungan antara China dan Barat akan berkembang. Penguraian cepat keterkaitan ekonomi dapat memicu resesi global.”

Baca Juga: Fitch dan Moody's sebut varian Omicron bisa rusak prospek pertumbuhan ekonomi global




TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental Supply Chain Planner Development Program (SCPDP)

[X]
×