kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Bank of Japan: Manufaktur Jepang masuk zona negatif


Kamis, 15 Desember 2011 / 11:40 WIB
Bank of Japan: Manufaktur Jepang masuk zona negatif
ILUSTRASI. Pengendara motor melintas di dekat mural stunting di Jakarta, Rabu (16/12/2020). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.


Sumber: BBC | Editor: Rizki Caturini

TOKYO. Sentimen pertumbuhan manufaktur Jepang berubah negatif, menyusul mata uang yen yang menguat dan dampak krisis utang Eropa.

Efek ketidakpastian perekonomian Eropa dan AS membuat para invstor global memilih mata uang Jepang sebagai safe haven. Ini yang membuat mata uang Yen terus menguat.

Survei kuartalan Bank of Japan menyebutkan, optimisme terhadap manufaktur besar di Jepang merosot dalam tiga bulan terakhir ke level negatif. Padahal sebelumnya, sentimen pertumbuhan manufaktur masih plus dua.

Perusahaan manufaktur di Jepang sangat berhati-hati menjalankan bisnisnya. "Kemungkinan perlambatan ekonomi juga menjalar ke negara berkembang, ini harus disadari bahwa risiko terhadap prospek bisnis akan memburuk ke depannya," ujar Yoshikiyo Shimamine dari Da-Ichi life Research Institute di Tokyo.

Hantaman terhadap perekonomian Jepang memang bertubi-tubi. Sebelumnya, Jepang harus berjuang dari krisis nuklir setelah gempa yang melanda negara itu Maret silam. Setelahnya, banjir Thailand mengganggu suplai otomotif perusahaan-perusahaan Jepang di sana.










TERBARU

[X]
×