kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.155   2,00   0,01%
  • IDX 5.057   -40,30   -0,79%
  • KOMPAS100 652   -5,27   -0,80%
  • LQ45 515   -2,76   -0,53%
  • ISSI 168   -1,98   -1,16%
  • IDX30 290   -1,73   -0,59%
  • IDXHIDIV20 390   -1,93   -0,49%
  • IDX80 75   -0,55   -0,73%
  • IDXV30 108   -0,62   -0,57%
  • IDXQ30 97   -0,52   -0,53%

Bank Sentral China (PBOC) Tarik Likuiditas US$ 24 Miliar untuk Menahan Penguatan Yuan


Selasa, 03 November 2026 / 09:08 WIB
Bank Sentral China (PBOC) Tarik Likuiditas US$ 24 Miliar untuk Menahan Penguatan Yuan
ILUSTRASI. Ekonomi China - Yuan (REUTERS/Thomas White)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bank sentral China atau People's Bank of China (PBOC) menaikkan rasio giro wajib minimum valuta asing (foreign exchange reserve requirement ratio/FX RRR) sebesar 2 percentage points menjadi 6% dari sebelumnya 4%.

Kebijakan ini ditempuh untuk memperketat likuiditas dolar AS dan memperlambat laju penguatan yuan.

Mengutip Reuters, Selasa (3/11/2026), kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada 15 November 2026.

Baca Juga: Walt Disney Bidik Penghematan 20%, Ribuan Karyawan Terancam PHK

PBOC menyatakan penyesuaian rasio tersebut bertujuan memperkuat pengelolaan likuiditas valuta asing di lembaga keuangan.

Berdasarkan perhitungan Reuters dengan mengacu pada data resmi simpanan valuta asing, kebijakan tersebut diperkirakan akan menarik tambahan dana sekitar US$ 24 miliar dari sistem keuangan.

Analis pasar keuangan utama MUFG China Marco Sun mengatakan, langkah PBOC merupakan respons terhadap penguatan yuan yang didorong oleh dinamika pasar.

Menurutnya, dengan menyerap sebagian likuiditas dolar AS yang tersedia di sistem perbankan, bank sentral berupaya mengurangi momentum penguatan yuan sekaligus mencegah terbentuknya ekspektasi pasar yang berlebihan terhadap penguatan mata uang tersebut.

Kebijakan ini sekaligus menjadi pembalikan arah dari keputusan PBOC pada September 2023. Kala itu, bank sentral China menurunkan rasio FX RRR untuk menahan pelemahan yuan yang berlangsung cepat serta mengendalikan arus modal keluar.

Baca Juga: AS Diam-Diam Lancarkan Serangan Terbatas ke Pulau Qeshm, Iran

Sepanjang tahun ini, yuan telah menguat lebih dari 5% terhadap dolar AS dan menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terbaik di Asia.

Penguatan yuan ditopang oleh kinerja ekspor China yang solid, surplus perdagangan dalam jumlah besar, serta meningkatnya konversi valuta asing oleh perusahaan-perusahaan domestik ke dalam yuan.

Dengan menaikkan FX RRR, PBOC berupaya mengendalikan likuiditas dolar AS di perbankan agar penguatan yuan tidak berlangsung terlalu cepat.




TERBARU

[X]
×