kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.548.000   14.000   0,91%
  • USD/IDR 15.930   -10,00   -0,06%
  • IDX 7.394   -70,51   -0,94%
  • KOMPAS100 1.120   -15,28   -1,35%
  • LQ45 875   -15,67   -1,76%
  • ISSI 227   -1,00   -0,44%
  • IDX30 448   -9,05   -1,98%
  • IDXHIDIV20 538   -11,08   -2,02%
  • IDX80 128   -1,84   -1,42%
  • IDXV30 132   -1,42   -1,07%
  • IDXQ30 148   -2,90   -1,92%

Bankir Papan Atas Wall Street Perbaharui Peringatan Atas Kondisi Ekonomi Global


Selasa, 25 Oktober 2022 / 20:35 WIB
Bankir Papan Atas Wall Street Perbaharui Peringatan Atas Kondisi Ekonomi Global
Para peserta menyaksikan upacara pembukaan konferensi Future Investment Initiative (FII) di layar digital di lobi Exhibition and Conference Center di Hotel Ritz Carlton, di Riyadh, Arab Saudi, 25 Oktober 2022. REUTERS/Ahmed Yosri


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  RIYADH. Para bankir papan atas Wall Street memperbaharui peringatan mereka tentang ekonomi dunia di tengah ketegangan geopolitik dan kenaikan suku bunga yang tajam untuk menekan inflasi.

Bos Goldman Sachs, David Solomon, mengatakan bahwa kondisi ekonomi akan mengencang secara berarti dan Federal Reserve Amerika Serikat dapat mengerek suku bunga melampaui 4,5% hingga 4,75% jika mereka tidak melihat perubahan nyata terkait inflasi yang melonjak.

"Jika mereka tidak melihat perubahan nyata, tenaga kerja masih sangat ketat, mereka jelas hanya bermain dengan sisi permintaan dan pengetatan. Tetapi jika mereka tidak melihat perubahan nyata dalam perilaku, tebakan saya mereka akan lanjut menaikkan suku bunga," ujarnya seperti dilansir Reuters, Selasa (25/10).

Baca Juga: Wall Street Naik Tajam, di Tengah Harapan The Fed akan Meredakan Sikap Hawkishnya

Berbicara pada konferensi investasi utama di Riyadh, Arab Saudi, Solomon mengatakan sulit untuk keluar dari inflasi tertanam (embedded inflation) tanpa perlambatan ekonomi.

Kepala Eksekutif JPMorgan Chase & Co Jamie Dimon, berbicara di panel yang sama, mengatakan situasi geopolitik lebih mengkhawatirkan daripada kemungkinan resesi di Amerika Serikat.

Dimon mengatakan konflik antara Rusia dan Ukraina, dan ketegangan antara Amerika Serikat dan China lebih mengkhawatirkan daripada potensi resesi AS.

Baca Juga: Delapan Sentimen Positif Topang IHSG Pekan Ini, Berikut Saham-saham yang Bisa Dilirik

"Ada banyak hal di cakrawala yang buruk dan bisa - belum tentu - tetapi bisa menempatkan AS dalam resesi," katanya. 

"Tapi itu bukan hal terpenting untuk apa yang kami pikirkan. Kami akan mengatasinya dengan baik. Saya akan lebih khawatir tentang geopolitik di dunia saat ini."



TERBARU
Kontan Academy
HOW TO CHOOSE THE RIGHT INVESTMENT BANKER : A Sell-Side Perspective Bedah Tuntas SP2DK dan Pemeriksaan Pajak (Bedah Kasus, Solusi dan Diskusi)

[X]
×