kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bantu Prancis, induk Louise Vuitton ubah pabrik parfum jadi hand sanitizer dadakan


Senin, 16 Maret 2020 / 13:28 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi gerai Louise Vuitton


Sumber: Kompas.com | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan mode mewah, LVMH, tengah menyiapkan fasilitas produksi parfum dan kosmetiknya untuk diubah menjadi pabrik pembersih tangan atau hand sanitizer

Pabrik parfum dan kosmetik dengan sejumlah merek kenamaan seperti Christian Dior and Givenchy ini akan disulap jadi pabrik hand sanitizer, ini dilakukan sebagai upaya perusahaan membantu pemerintah Prancis menanggulangi wabah virus corona. 

Dilansir dari CNBC, Senin (16/3), perusahaan itu akan menyuplai desinfektan gratis kepada otoritas Prancis dan Assistance Publique-Hôpitaux de Paris yang merupakan jaringan rumah sakit terbesar di Eropa. 

"Melalui inisiatif ini, LVMH bermaksud untuk membantu mengatasi risiko kekurangan produk (hand sanitizer) di Prancis, dan memungkinkan lebih banyak orang mengambil langkah tepat untuk melindungi diri dari penyebaran virus," tulis LVMT dalam pernyataan tertulis, Senin (16/3). 

Baca Juga: Pandemi virus corona menjadi penyebab pendapatan maskapai global anjlok

"LVMH akan terus melanjutkan komitmen ini dengan sukarela sepanjang dibutuhkan dalam kaitannya dengan otoritas kesehatan Prancis," imbuh LVMH. 

Pemerintah Prancis sejauh ini telah melakukan berbagai langkah untuk mencegah wabah virus corona di negaranya. Negara itu telah mengambil langkah dengan menginstruksikan masyarakat untuk menutup restoran, kafe, dan toko yang tak terkait dengan kebutuhan pokok untuk mencegah penyebaran corona. 

Otoritas Prancis hanya memperbolehkan toko sembako, apotek, dan toko kebutuhan penting lainnya untuk tetap buka. 

Di Prancis sendiri, saat ini sudah ada 120 orang yang meninggal dari total keseluruhan kasus corona yang mencapai 5.400 orang sejak Januari lalu. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×