kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.768   59,00   0,33%
  • IDX 6.517   -0,88   -0,01%
  • KOMPAS100 849   0,94   0,11%
  • LQ45 643   1,51   0,24%
  • ISSI 228   -0,72   -0,31%
  • IDX30 360   1,11   0,31%
  • IDXHIDIV20 441   2,98   0,68%
  • IDX80 97   0,10   0,10%
  • IDXV30 123   1,08   0,89%
  • IDXQ30 115   0,54   0,48%

Barclays Prediksi The Fed Naikkan Suku Bunga Dua Kali Lagi Tahun Ini


Senin, 31 Agustus 2026 / 11:45 WIB
Barclays Prediksi The Fed Naikkan Suku Bunga Dua Kali Lagi Tahun Ini
ILUSTRASI. Barclays memperkirakan The Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuan AS sebesar 25 basis poin (bps) pada September dan Desember 2026. (REUTERS/Elizabeth Frantz)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Barclays memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan kembali menaikkan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) sebesar 25 basis poin (bps) pada September dan Desember 2026. Proyeksi tersebut muncul setelah pernyataan terbaru Ketua The Fed Kevin Warsh dinilai menunjukkan sikap yang lebih hawkish terhadap kebijakan moneter.

Barclays sebelumnya memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada level saat ini hingga akhir tahun. Namun, pandangan tersebut berubah setelah Warsh memberikan sinyal lebih tegas mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga dalam pidatonya di simposium Jackson Hole pada Jumat.

Dalam forum tersebut, Warsh mengatakan para pembuat kebijakan moneter akan "memiliki pekerjaan yang harus dilakukan" apabila mereka belum yakin bahwa inflasi kembali menuju target The Fed sebesar 2%.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal paling jelas dari Warsh sejauh ini bahwa The Fed mungkin masih perlu menaikkan suku bunga untuk memastikan inflasi kembali terkendali.

Warsh juga menilai tingkat inflasi AS masih terlalu tinggi. Selain itu, kondisi keuangan dinilai belum cukup ketat, sementara pasar tenaga kerja masih konsisten dengan kondisi kesempatan kerja penuh.

Baca Juga: Penjualan Mobil dan Elektronik Lesu, Ritel Korea Selatan Minus 2,4% di Juli 2026

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa stabilitas harga tetap menjadi prioritas utama The Fed dalam menentukan arah kebijakan moneter AS.

Barclays Nilai Pernyataan Warsh Hawkish

Barclays menilai pidato Warsh sebagai pernyataan yang "secara nyata hawkish". Menurut perusahaan pialang tersebut, pidato itu memberikan alasan tersirat bagi The Fed untuk kembali memperketat kebijakan moneter, meskipun Warsh masih menolak memberikan panduan eksplisit mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan.

Barclays juga memperkirakan data inflasi bulanan AS masih akan menunjukkan angka yang "jauh lebih rendah" dibandingkan indikator inflasi dengan periode pengukuran lebih panjang yang menjadi perhatian Warsh.

Namun, Barclays memperingatkan bahwa "efek basis yang tidak menguntungkan akan menghambat kemajuan berdasarkan metrik tersebut hingga akhir tahun."

Baca Juga: Penjualan Ritel Jepang Tumbuh 4% pada Juli 2026, Lampaui Ekspektasi Pasar

Kondisi tersebut dapat membuat proses penurunan inflasi menuju target 2% berjalan lebih lambat dan memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan pendekatan moneter yang lebih ketat.

Pasar Mulai Perbesar Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga

Perubahan ekspektasi Barclays sejalan dengan pergerakan pasar keuangan. Berdasarkan CME Group FedWatch Tool, pasar kini memperkirakan probabilitas sebesar 60,4% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada September.

Kontrak futures suku bunga juga menunjukkan investor meningkatkan taruhan terhadap kenaikan suku bunga pada September setelah pernyataan Warsh.

Perhatian pasar selanjutnya tertuju pada keputusan kebijakan moneter The Fed yang dijadwalkan pada 16 September 2026. Keputusan tersebut akan menjadi petunjuk penting mengenai arah suku bunga AS hingga akhir tahun.

Jika The Fed benar-benar menaikkan suku bunga pada September dan kembali melakukan pengetatan pada Desember seperti proyeksi Barclays, kebijakan tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap pasar keuangan global, termasuk nilai tukar dolar AS, imbal hasil obligasi, harga komoditas, serta pasar saham negara berkembang.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×