kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45764,61   -6,06   -0.79%
  • EMAS887.000 -1,88%
  • RD.SAHAM 0.90%
  • RD.CAMPURAN 0.65%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.47%

Bertarung di ruang ICU, kondisi PM Inggris berangsur membaik


Kamis, 09 April 2020 / 05:39 WIB
Bertarung di ruang ICU, kondisi PM Inggris berangsur membaik
ILUSTRASI. Pemimpin di seluruh dunia pada Senin (06/04), sampaikan dukungan semangat untuk Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, menyusul berita tentang dirinya yang dibawa ke unit perawatan intensif.

Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - LONDON. Kondisi kesehatan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dikabarkan semakin membaik. Menurut Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak pada hari Rabu mengatakan, Johnson sudah dapat duduk di tempat tidur dan terlibat pembicaraan dengan staf klinis.

Melansir Reuters, Johnson dirawat di rumah sakit St Thomas pada Minggu (5/4/2020) malam karena suhu badan tinggi dan batuk terus-menerus, hingga akhirnya dipindahkan ke perawatan intensif pada hari Senin.

Pemimpin Inggris berusia 55 tahun itu, yang dites positif memiliki virus corona baru hampir dua minggu lalu, menerima bantuan oksigen tetapi belum memakai ventilator.

Baca Juga: Malam kedua di ruang perawatan ICU, ini kondisi terkini PM Inggris Boris Johnson

"Yang terbaru dari rumah sakit adalah bahwa perdana menteri tetap dalam perawatan intensif di mana kondisinya membaik," kata Sunak pada konferensi pers harian coronavirus pemerintah seperti dikutip Reuters.

Sunak menambahkan, "Saya juga bisa memberitahu Anda semua bahwa dia telah duduk di tempat tidur dan terlibat secara positif dengan tim klinis."

Kemudian, Downing Street mengeluarkan pernyataan singkat, diharapkan menjadi pembaruan terakhir tentang kondisi Johnson hingga Kamis. “Perdana Menteri terus membuat kemajuan yang stabil. Dia tetap dalam perawatan intensif,” kata Downing Street.

Baca Juga: Boris Johnson Masuk ICU, Pemimpin Dunia Sampaikan Doa Cepat Sembuh

Sementara itu, saat ini Inggris memasuki apa yang para ilmuwan katakan adalah fase paling mematikan dari wabah corona. Pemerintah Inggris sedang memikirkan kapan merekaa akan mengambil langkah-langkah penguncian yang akan berdampak pada malapetaka ekonomi.

Catatan Reuters menunjukkan, total kematian di rumah sakit Inggris akibat COVID-19 telah meningkat dengan catatan harian 938 hingga 7.097 pada 1600 GMT pada 7 April. 

Namun, menurut Stephen Powis, direktur medis National Health Service, jumlah infeksi baru dan rawat inap di rumah sakit mulai menunjukkan tanda-tanda mendatar. 

Baca Juga: Inilah Dominic Raab, sosok siaga yang mengambil alih kepemimpinan Inggris jika...

“Kami mulai melihat manfaat (dari penguncian). Tetapi hal yang sangat penting adalah bahwa kami harus terus mengikuti instruksi - kami harus terus mengikuti jarak sosial, karena jika tidak, virus akan mulai menyebar lagi," kata Powis.



TERBARU

[X]
×