kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45974,33   -17,61   -1.78%
  • EMAS991.000 0,71%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Biden Meminta 3.000 Tentara AS Segera Dikerahkan ke Eropa Timur untuk Mengadapi Rusia


Kamis, 03 Februari 2022 / 10:23 WIB
Biden Meminta 3.000 Tentara AS Segera Dikerahkan ke Eropa Timur untuk Mengadapi Rusia
ILUSTRASI. Pesawat Globemaster C-17 AS dari Pangkalan Angkatan Udara McGuire membawa Marinir AS ke Afghanistan dari Pangkalan Udara Ali Al Salem, Kuwait, Rabu (18/8/2021).


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden AS Joe Biden memerintahkan agar pejabat militernya segera mengirim 3.000 tentara ke Eropa Timur untuk menghadapi Rusia. Tentara tambahan ini akan disiagakan di Polandia dan Rumania.

Dilansir dari Reuters, satu skuadron Stryker yang terdiri dari sekitar 1.000 tentara AS yang berbasis di Vilseck, Jerman akan dikirim ke Rumania. Sementara itu, sekitar 1.700 tentara lainnya, terutama dari Divisi Lintas Udara ke-82, akan dikerahkan dari Fort Bragg, Carolina Utara, ke Polandia. Tambahan 300 tentara lain juga akan pindah dari Fort Bragg ke Jerman.

Baca Juga: Biden: Qatar Harus Menjadi Sekutu Utama Non-NATO untuk AS

Dalam pernyataannya, Biden meyakinkan bahwa langkahnya ini adalah respons atas tindakan agresif Rusia. Pengerahan tentara AS di kawasan tersebut juga digunakan untuk meyakinkan sekutu mereka.

"Pengerahan ini konsisten dengan apa yang dia katakan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin. Selama dia bertindak agresif, kami akan memastikan kami dapat meyakinkan sekutu NATO kami dan Eropa Timur bahwa kami ada di sana," ungkap Biden.

Juru bicara Pentagon, John Kirby, mengatakan bahwa tujuan utama dari pengerahan pasukan ini adalah untuk mengirim sinyal kuat kepada Putin dan menunjukkan kepada dunia bahwa NATO sangat penting bagi Amerika Serikat.

"Kami tahu dia (Putin) marah pada NATO. Dia tidak menutupinya. Kami menjelaskan bahwa kami akan siap untuk membela sekutu NATO kami jika itu terjadi. Semoga itu tidak terjadi," kata Kirby.

Pengerahan pasukan ini tentunya disambut baik oleh Polandia. Menteri Pertahanan Polandia Mariusz Blaszczak mengatakan pengerahan AS adalah tanda solidaritas yang kuat. 

Baca Juga: Putin Menuduh AS Sengaja Memancing Rusia Menuju Perang

Di saat yang sama, Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg juga menyambut baik hal itu, dengan mengatakan bahwa tanggapan aliansi terhadap Rusia bersifat defensif dan proporsional.

AS dan sekutunya telah menolak dua tuntutan utama Rusia, yaitu melarang Ukraina bergabung dengan NATO dan dibatalkan pengerahan pasukan AS di negara-negara NATO yang ada di Eropa Timur.

Surat kabar Spanyol El Pais sempat merilis laporan yang disebutnya sebagai tanggapan AS terhadap tuntutan Rusia. Disebutkan bahwa AS menawarkan pembicaraan dengan Rusia mengenai kesepakatan bagi kedua belah pihak untuk menahan diri dari penempatan rudal atau pasukan ofensif di Ukraina. AS bahkan disebut dapat memberikan jaminan bahwa mereka tidak memiliki rudal jelajah di Polandia atau Rumania.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×